Kompas.com - 08/02/2016, 08:19 WIB
Malam perayaan Imlek di Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (7/2/2016). KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRIMalam perayaan Imlek di Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (7/2/2016).
|
EditorAmir Sodikin
CIREBON, KOMPAS.com - Jarum jam menunjuk angka 11, Minggu (7/2/2016) malam. Guyuran hujan sedari pagi belum juga usai. Namun, ratusan orang tetap hilir mudik di Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Suasana semarak terasa saat berada di depan kelenteng yang berjarak sekitar 300 meter dari Pelabuhan Cirebon tersebut. Puluhan kendaraan roda dua dan empat berjejer memadati jalan.

Sejumlah gerai juga ikut memasarkan produknya. Tak ketinggalan, para pengemis di pintu masuk, berharap sedekah dari pengunjung kelenteng.

Ketika memasuki gerbang kelenteng, ratusan lilin merah berbagai ukuran, yang tingginya beberapa sentimeter hingga lebih dari semeter, langsung menyapa.

Terdapat sejumlah nama di lilin tersebut. Tampak kekaguman pengunjung, baik umat Tionghoa maupun umat lainnya. Mereka menyempatkan berfoto.

Lilin lurus itu menerangi bangunan seluas sekitar 1.800 meter persegi tersebut. “Lilin itu menandakan adanya pencerahan di tahun baru ini,” ujar Sidik Sugiharto, Ketua Wihara Dewi Welas Asih.

Baca juga: Gus Dur, Ulama "Nyentrik" yang Mengaku Keturunan Cina Tulen

Di bagian dalam wihara, satu per satu pengunjung wihara bersembahyang, memanjatkan doa di hadapan patung Dewi Kwam Im. Asap dari dupa menambah khidmat suasana.

Tak ada suara yang keluar dari mulut pengunjung saat itu. Mata mereka terpejam. Tangan yang memegang dupa mengarah ke bawah seiring dengan tubuh yang menunduk, sebuah penghormatan kepada Sang Dewi.

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI Malam perayaan Imlek di Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (7/2/2016).
Tidak hanya yang berusia lebih dari setengah abad, sejumlah anak belasan tahun juga ikut berdoa di dalam wihara yang dibangun sekitar empat abad silam. “Setiap orang memanjatkan doa dan harapannya jelang Tahun Baru Imlek,” lanjut Sidik.

Setelah bermunajat, para pengunjung bergeser ke sisi timur kelenteng. Di ruangan yang hanya sekitar 15 meter x 5 meter itu, seratusan pengunjung bersama sanak saudara berkumpul.

Hidangan makanan, seperti bubur kacang tanah, serabi solo, dan bakmoy menambah hangat suasana. “Ini momen berkumpul bersama,” ucapnya.

Malam itu, tak hanya masyarakat Tionghoa di Cirebon yang menikmati malam pergantian tahun. Masyarakat Kota Cirebon juga ikut hadir.

Mereka ikut makan bersama dan menyaksikan pertunjukan kembang api. Bahkan, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis ikut hadir.

“Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya milik umat Tionghoa, tapi juga umat lainnya di Cirebon,” ucap Nasrudin.

Di Kota Wali itu keberagaman memang terus tumbuh dan berkembang. Sejarah Kota Cirebon tidak hanya identik dengan perkembangan Islam.

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI Malam perayaan Imlek di Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (7/2/2016).
Etnis Tionghoa juga berperan dalam perkembangan kota itu. Berabad-abad, etnis Tionghoa hidup bersama warga Cirebon.

Selain Wihara Dewi Welas Asih, salah satu kelenteng tertua di sana, terdapat sejumlah bukti kebudayaan Tiongkok di Cirebon. Piring-piring keramik khas Tiongkok, misalnya, dapat ditemui di Keraton Kasepuhan dan makam Sunan Gunung Jati.

Baca juga: Imlek, Kebersamaan, Keberuntungan

Hal ini tak bisa dilepaskan dari pernikahan Putri Ong Tin Nio yang merupakan etnis Tionghoa dengan Sunan Gunung Jati, salah seorang Wali Songo. Hingga kini, peninggalan tersebut masih terjaga lestari.  

Hari telah berganti. Tahun Baru Imlek, tahun yang disebut Monyet Api atau Monyet Emas telah menggantikan Tahun Kambing Kayu.

Malam pengharapan pun berubah menjadi hari-hari untuk mewujudkan harapan itu. “Tahun Monyet Emas ini identik dengan monyet yang lincah dan peniru. Mari meniru hal-hal baik di tahun baru ini,” ujar Sidik.

Semakin malam, semakin banyak lilin yang menyala. Selamat Tahun Baru Imlek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.