Kompas.com - 03/02/2016, 01:10 WIB
Warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) seusai turun dari KRI Teluk Banten 516 di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2016). Sebanyak 712 warga dipulangkan dari Pontianak ke Jakarta untuk dikembalikan ke daerah masing-masing. TRIBUN NEWS / HERUDINWarga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) seusai turun dari KRI Teluk Banten 516 di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2016). Sebanyak 712 warga dipulangkan dari Pontianak ke Jakarta untuk dikembalikan ke daerah masing-masing.
EditorFarid Assifa
BANTUL, KOMPAS.com - Sebagian warga di tiga kecamatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menolak rencana kedatangan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara yang dipulangkan dari wilayah eksodusnya di Kalimantan Barat.

"Informasinya (penolakan eks Gafatar) itu ada di Kecamatan Dlingo, kemudian Banguntapan ada satu-dua warga yang menolak, satu lagi di daerah Siangan (Kecamatan Pandak)," kata Kepala Dinas Sosial Bantul, Suarman di Bantul, Selasa (3/2/2016).

Pihaknya tidak merinci siapa eks anggota Gafatar yang mendapatkan penolakan dari warga kampung halamannya itu. Namun, ada lima dari 20 kepala keluarga (KK) eks Gafatar yang saat ini ditampung di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul.

Menurut dia, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh instansinya, ada beberapa alasan penolakan yang dilontarkan terhadap mantan pengikut organisasi masyarakat tersebut, di antaranya warga ingin menjaga citra positif kampung.

"Dari awal sebelum berangkat ke Kalimantan Barat mereka (pengikut Gafatar) juga sudah mengucilkan diri, tidak mau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya penolakan warga terhadap mantan pengikut ormas yang telah membubarkan diri ini, maka Muspika masing-masing kecamatan terus berupaya melakukan pendekatan dengan warga.

Bahkan, kata dia, upaya pendekatan tersebut agar warga bisa menerima telah dilakukan sejak sepekan lalu, sebab ditargetkan seluruh eks anggota Gafatar dapat pulang kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harapannya tiga hari ini Muspika pendekatan ke bawah supaya masyarakat tidak menolak, karena kalau sudah kembali ke masyarakat berarti salah satu program kita selesai," katanya.

Namun demikian, pihaknya juga tetap mempertimbangkan kemungkinan terburuk dalam penanganan kepulangan eks anggota Gafatar ini atau kalau penolakan warga sudah menjadi harga mati, yaitu menyiapkan beberapa alternatif solusi yang akan ditempuh Dinsos.

"Solusinya mereka akan dipindah ke Dinsos DIY setelah menjalani pembinaan di SKB Bantul ini, kemudian transmigrasi lokal dan yang ketiga transmigrasi umum," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X