40 Nelayan Filipina yang Ditangkap di Ternate Akan Dideportasi

Kompas.com - 01/02/2016, 17:31 WIB
31 Nelayan warga negara Filipina yang Ditangkap Ditpolair Polda Maluku Utara pada 21 Desember 2015 KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN31 Nelayan warga negara Filipina yang Ditangkap Ditpolair Polda Maluku Utara pada 21 Desember 2015
|
EditorErvan Hardoko
TERNATE, KOMPAS.com — Sebanyak 40 nelayan asal Filipina yang melakukan penangkapan ilegal dan ditangkap kantor Bea Cukai Ternate dan Polair Polda Maluku Utara akan segera dideportasi.

Pemulangan para nelayan itu dipastikan setelah Konsul Jenderal Filipina di Manado, Oscar G Orcine, berada di Ternate, sejak Minggu (31/1/2016).

"Kedatangan mereka terkait dengan kunjungan kerja, khususnya daerah-daerah perbatasan, termasuk Maluku Utara, sekaligus menengok warga mereka di Ternate," kata Kabid Humas Polda Maluku Utara AKBP Hendri Badar.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ternate, Maluku Utara, Syafrial, Senin (1/2/2016), menjelaskan, dari hasil pertemuan dengan Konjen Filipina, pemulangan 40 nelayan itu menurut rencana akan dilakukan pada pertengahan Februari mendatang. 

"Semuanya 40 orang, sembilan yang diserahkan dari Bea Cukai, dan 31 orang yang diserahkan dari pihak kepolisian," ujar Syafrial.

"Pihak Imigrasi Ternate sudah menyampaikan surat pemberitahuan ke Konjen Filipina di Manado, dan dari pertemuan kemarin direncanakan akan dipulangkan pada 14 Februari," kata Syafrial.

Mereka yang dipulangkan ini hanya para anak buah kapal (ABK) kapal penangkap ikan. "Orang-orang yang diserahkan ke kita yang tidak terlibat tindak pidana," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Oscar G Orcine menjelaskan, sejak menerima kabar puluhan warga Filipina ditangkap di perairan Maluku Utara, pihak konjen harus melakukan verifikasi terlebih dahulu mengenai status kewarganegaraan mereka.

"Setelah kami mendapatkan kepastian status, mereka sesegera mungkin dideportasi. Dari pertemuan dengan pihak imigrasi, mereka berasal dari Filipina. Soal deportasi, kami sudah mendapatkan persetujuan dari pihak imigrasi," ujarnya.

Adapun untuk kapten kapal, Oscar melanjutkan, Pemerintah Filipina menyerahkannya kepada sistem hukum Indonesia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.