Kompas.com - 02/12/2015, 12:47 WIB
Hari AIDS sedunia diperingati secara sederhana di Taman Bekapai di Balikpapan. Ratusan orang baik simpatisan, ODHA, maupun OHIDA, bergabung dalam peringatan ini. Mereka menyalakan ratusan lilin, menyanyi bersama, membuat kuis berhadiah. KOMPAS.com/Dani JHari AIDS sedunia diperingati secara sederhana di Taman Bekapai di Balikpapan. Ratusan orang baik simpatisan, ODHA, maupun OHIDA, bergabung dalam peringatan ini. Mereka menyalakan ratusan lilin, menyanyi bersama, membuat kuis berhadiah.
|
EditorCaroline Damanik

Bagi Sugiarto, menyembunyikan diri bukan jalan keluar bagi penderita. Pendampingan rutin dan pertemuan sesama penderita justru membantu mengangkat moral dan semangat mereka. Terinfeksi HIV, lanjutnya, bukan akhir segalanya.

Mereka masih memiliki peluang untuk memiliki pasangan hidup, menjalani hidup selayaknya manusia normal, kebugaran yang sama seperti sedia kala, hingga memiliki keturunan dengan kondisi sehat atau negatif virus HIV. Pengobatan yang benar dan gaya hidup sehat harus sesegera mungkin.

Rini, lanjut Sugiarto, adalah contoh pola hidup yang sehat sekalipun mengidap HIV. Menurut Sugiarto, Rini menikah lagi pada tahun 2007, memiliki seorang anak dengan kondisi sehat dan negatif dari virus HIV. Suaminya pun kondisi sehat dan tidak terjangkit HIV.

Komunitas

Sugiarto mengatakan, komunitas sesama penderita merupakan salah satu pembangkit semangat hidup, mengingat masih berlangsungnya diskriminasi di antara masyarakat pada penderita Aids maupun yang terjangkit HIV.

Contoh lain pentingnya memiliki pertemanan dengan sesama penderita adalah saling berbagi informasi dan kebutuhan obat. Sugiarto mengatakan, pengidap HIV/AIDS mengonsumsi obat dua kali dalam satu hari untuk mempertahankan jumlah CD4 (sel darah putih) pada kondisi normal atau lebih baik.

Dalam perjalanannya, kerap seorang penderita kehabisan stok obat. Sekalipun obat diperoleh secara cuma-cuma dari pemerintah, bukan berarti stok selalu ada.

Komunitas sesama penderita menjadi jalan keluar. Mereka biasa saling berbagi informasi, baik lewat grup media sosial, kebutuhan obat karena kehabisan. Akhirnya mereka bisa saling meminjam obat.

“Istilahnya berutang obat dulu. Setelah obat datang, baru dikembalikan. Rini ini pernah sampai kehilangan stok satu minggu. HB turun hingga 60. Jalannya seperti ini (seperti mabuk berat). Kondisinya bisa kembali saat ini,” kata Sugiarto.

“Tapi seringnya juga tidak dikembalikan. Karena obat itu tergantung efek sampingnya. Berbeda-beda satu dengan yang lain efek sampingnya. Jadi sering tidak kembali,” kata Rini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.