Kompas.com - 02/12/2015, 12:47 WIB
Hari AIDS sedunia diperingati secara sederhana di Taman Bekapai di Balikpapan. Ratusan orang baik simpatisan, ODHA, maupun OHIDA, bergabung dalam peringatan ini. Mereka menyalakan ratusan lilin, menyanyi bersama, membuat kuis berhadiah. KOMPAS.com/Dani JHari AIDS sedunia diperingati secara sederhana di Taman Bekapai di Balikpapan. Ratusan orang baik simpatisan, ODHA, maupun OHIDA, bergabung dalam peringatan ini. Mereka menyalakan ratusan lilin, menyanyi bersama, membuat kuis berhadiah.
|
EditorCaroline Damanik
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pendar mata di balik kacamata bergagang gading hitam itu tampak tenang. Rini (38), warga Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah bertutur tentang kepergian sang suami karena AIDS.

Ibu muda beranak satu ini bercerita bahwa setelah ditinggal sang suami pada tahun 2006, dia lalu menjalani pemeriksaan di laboratorium.

Hasilnya, dia terjangkit HIV. Dunia pun seperti berhenti. Pasrah serta bayang-bayang masa depan sulit seketika melintas.

Namun, kehadiran seorang "pemburu" penderita HIV mengubah keputusannya untuk tetap percaya diri menjalani hidup seperti layaknya manusia normal.

"Pertemuan dengan Pak Giarto menyadarkan saya untuk tidak menutup diri," kata Rini.

Sugiarto, nama lengkap Pak Giarto, adalah Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) untuk Balikpapan. Bagi kalangan penderita HIV/AIDS, dia adalah salah satu orang yang paling getol ingin menyelamatkan mereka.

Sejak itu, Rini kerap terlibat pertemuan dan sosialisasi gaya hidup sehat bagi kalangan penderita dan warga. Kemudian, Rini menjadi relawan setiap kali kegiatan penanggulangan AIDS berlangsung.

Dalam perjalanan bersama KPAI itu, Rini menemukan kenyataan bahwa banyak penderita HIV/AIDS yang tidak mengambil keputusan seperti Rini. Mereka beserta keluarganya menjauhkan diri dari masyarakat sekitar, bahkan ada yang menyembunyikan diri dari sesama penderita dan menghilang entah ke mana.

"Jangan pernah mengasingkan diri sejak tahu terinfeksi. Kalau dulu keputusan saya mengasingkan diri, bisa jadi saat ini saya sudah tidak ada,” kata Rini.

Sugiarto mengatakan mereka yang menyembunyikan diri bahkan mengasingkan diri tidaklah sedikit. Peran keluarga dan lingkungan sekitar penderita mempengaruhi keputusan mereka.

 "Suatu kali kami dapat kabar hasil positif bagi seorang anak umur 18 tahun. Baru dapat info, langsung kami cari. Saya ini selalu bagian yang mengejar dan mencari-cari di mana keberadaan mereka. Masa awal masa berat penderita. Tapi sejak tahu ia terjangkit HIV, sejak itu dia menghilang, pindah rumah, orangtua pun sudah tidak kerja di alamat yang kami temukan," kata Sugiarto.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.