Kantor Dispenda dan Samsat Medan Terbakar

Kompas.com - 21/11/2015, 23:18 WIB
Petugas pemadam kebakaran terlihat berupaya memadamkan api yang membakar gedung Dispenda Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (21/11) malam.  KOMPAS.com/Mei LeandhaPetugas pemadam kebakaran terlihat berupaya memadamkan api yang membakar gedung Dispenda Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (21/11) malam. 
|
EditorFarid Assifa
MEDAN, KOMPAS.com - Kantor Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara yang berdiri satu atap dengan kantor Samsat Medan Selatan di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Harjosaro, Medan Amplas, hangus terbakar, Sabtu (21/11/2015) malam.

Menutur penuturan warga sekitar, terdengar suara letusan satu kali. Berawal dari letusan itu, kepulan asap langsung membumbung tinggi pada bagian belakang bangunan yang berbatasan langsung dengan tembok taman kanak-kanak.

Peristiwa menghebohkan ini terjadi di tengah gencarnya KPK memburu para pejabat Provinsi Sumut terkait kasus dana bantuan sosial.

"Tadi ada suara ledakan sekali, setelah itu langsung ada kepulan asap, barulah apinya terlihat udah besar," sebut salah seorang warga sekitar, Warni (36). 

Bangunan itu berbentuk letter U dengan mushala di tengahnya. Bagian depan bangunan hangus terbakar, pihak pemadam terlihat kesulitan untuk memadamkan api. Pasalnya, mobil pemadam hanya dapat masuk melalui bagian halaman dan tidak dapat menjangkau ke belakang bangunan.

Di tengah keriuhan sirene pemadan kebakaran, warga sekitar memadati lokasi dan bertepuk tangan memberi semangat kepada para personel pemadam untuk memadamkan api.

Belum ada korban jiwa dan belum ada keterangan resmi yang menyatakan jumlah kerugian dalam insiden ini.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran.

"Belum bisa dipastikan api dari mana, yang jelas tim Labfor sudah ada di lokasi untuk olah TKP," ujar Helfi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Regional
UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

Regional
Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X