Jelang Putusan Izin Pabrik Semen, Warga Jalan Kaki 122 Km ke Semarang

Kompas.com - 16/11/2015, 10:53 WIB
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com – Ratusan orang dari Kabupaten Pati, beserta empat kabupaten di Jawa Tengah mengaku sedang menggelar aksi simpatik berupa berjalan kaki sejauh lebih dari 120 kilometer.

Hal itu dilakukan untuk menyambut putusan Pengadilan Tata usaha Negara (PTUN) Semarang terkait gugatan terhadap Surat Keputusan Bupati Pati terkait izin tambang pabrik semen. Sidang putusan rencananya digelar Selasa (17/11/2015).

Salah seorang tokoh Sedulur Sikep Pati, Gunretno mengatakan, ratusan warga yang menolak tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK). Ada warga dari empat kabupaten lain yang ikutan, antara lain Kabupaten Rembang, Blora, Kudus dan Grobogan.

“Kami melakukan longmarch sejauh 122 kilometer,” kata Gunretno, Senin (16/11/2015).

Rombongan tersebut berjalan kaki sejak hari Minggu (15/11/2015) kemarin. Mereka berkumpul di Omah Sonokeling, atau di dekat Kantor Mapolsek Sukolilo, Pati.

Sebelum berjalan, lanjut Gunretno, rombongan melakukan ritual Lamporan. Malam harinya, pada pukul 19.00 WIB, mereka baru jalan dari Pati melewati Kudus, dan Demak. Malam ini diperkirakan, mereka baru sampai di Kabupaten Demak.

“Di Demak, kami ke Kadilangu dulu, ke makam Sunan Kalijaga. Sampai pukul 20.00 WIB malam ini,” tambah Gun.

Selanjutnya, pada malam harinya, nanti akan dilanjutkan perjalanan menuju Jalan Abdurrahman Saleh Semarang, tempat PTUN Semarang berada.

“Nanti sampai di Semarang masih ada teman-teman lain yang akan bergabung,” tambah dia.

Warga Pati sendiri menggugat SK Bupati Pati Nomor 660.1/4767 Tahun 2014 tentang izin lingkungan pabrik semen serta penambangan Batu Gamping dan Batu Lempung pada bulan April lalu (Baca juga; Warga Gugat SK Bupati tentang Izin Tambang Pabrik Semen).

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Adi Budi Sulistyo, dibantu anggota Ery Elvi Ritonga serta Ardoyo Wardana. Warga Pati menolak izin tersebut karena kawasan dinilai berada di kawasan karst. Selain itu, warga menilai besaran luasan area penambangan menjadi masalah karena dokumen Amdal tidak menyebutkan berapa lahan yang boleh ditambang.

Namun, Pemkab Pati menilai izin yang telah dikeluarkan tidak merusak lingkungan dan sumber mata air karena telah dikaji secara ilmiah yang kemudian dituangkan dalam dokumen Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Pihak investor, dalam hal ini PT Sahat Mulia Saksi (SMS) anak usaha PT Indocement turut hadir di persidangan sebagai tergugat intervensi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.