Kompas.com - 23/10/2015, 19:30 WIB
Dari belakang kantor Bupati Semarang, Jl Diponegoro Ungaran ini biasanya Gunung Ungaran terlihat dengan jelas. Namun Jumat (23/10/2015) siang ini tidak nampak karena tertutup kabut. kompas.com/ syahrul munirDari belakang kantor Bupati Semarang, Jl Diponegoro Ungaran ini biasanya Gunung Ungaran terlihat dengan jelas. Namun Jumat (23/10/2015) siang ini tidak nampak karena tertutup kabut.
|
EditorCaroline Damanik
UNGARAN, KOMPAS.com - Paparan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, tak terkecuali di Kabupaten Semarang dan Kota Semarang sepanjang Jumat (23/10/2015) ini mulai dikeluhkan oleh warga.

Agus Mulyono (37), pengguna jalan asal Kota Semarang, mengatakan, meski tidak terlalu tebal, paparan kabut asap membuat jarak pandang pengendara  menjadi berkurang bahkan membuat mata pedih.

"Saya setiap hari nglaju dari Semarang-Ungaran. Kalau dilihat dari kejauhan, jelas terlihat. Seperti asap kebakaran yang menutup jalan. Dan asap ini membuat mata jadi perih," kata Agus.

Sepanjang perjalanan ia mengamati wilayah kota Semarang bawah yang biasanya nampak jelas jika dilihat dari kawasan perbukitan Gombel maupun perbukitan Rinjani, kemarin tidak terpantau jelas, hanya nampak samar tertutup asap putih.

Di Kabupaten Semarang, kabut asap terlihat jelas di wilayah Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Bergas, Bawen, Ambarawa hingga Kecamatan Bandungan. Gunung Ungaran yang biasanya terpantau jelas dari wilayah-wilayah itu hanya terlihat lamat-lamat.

Bahkan dari wilayah Desa Nyatnyono, yang merupakan salah satu desa di kaki Gunung Ungaran, gugusan gunung maupun rimbunnya hutan hanya terlihat samar-samar, tertutup pekatnya asap.

"Kalaupun Gunung Ungaran tidak terlihat biasanya itu karena kabut dan itu hilang jika sudah beranjak siang. Tapi hari ini terlihat tidak seperti biasanya, dari pagi sampai sore masih saja tertutup asap entah datang dari mana," tutur Jeany (52), warga Nyatnyono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Arief Budianto mengaku kebingungan dengan fenomena tersebut.

"Banyak orang yang telepon saya menanyakan kabut asap ini, saya bingung menjawabnya. Kami juga sedang mencari tahu dari mana munculnya kabut asap ini," ujar Arief.

Dia mengaku telah mengerahkan personel untuk mencari tahu penyebab munculnya kabut asap tersebut. Sebagian tim telah menyusur ke punggung Gunung Ungaran mulai dari wilayah atas Desa Nyatnyono maupun Desa Gogik.

Hal yang sama juga dilakukan disejumlah desa hutan yang ada dilokasi Gunung Merbabu. Hal ini dimungkinkan menjadi pemicu kabut asap yang menutupi Kabupaten Semarang, lantaran beberapa pekan lalu area gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

"Memang beberapa hari lalu, area hutan di Gunung Ungaran maupun Merbabu terbakar. Tapi itu sudah bisa dikendalikan. Kami sendiri sudah bertanya ke provinsi tapi belum mendapat jawaban. Kalau analisa saya, ini dimungkinkan dampak dari kebakaran Gunung Lawu," imbuh Arief.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang mengungkapkan kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Semarang diduga kuat merupakan dampak dari kebakaran hutan di Gunung Lawu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.