Dimutasi, 5 Orang Guru Laporkan Ridwan Kamil ke Ombudsman

Kompas.com - 20/10/2015, 20:46 WIB
Sejumlah guru SMAN 10 yang dimutasi melaporkan Wali Kota Bandung ke Ombudsman Perwakilan Jawa Barat, Selasa (20/10/2015). Tribun Jabar/Donny Indra RamadhanSejumlah guru SMAN 10 yang dimutasi melaporkan Wali Kota Bandung ke Ombudsman Perwakilan Jawa Barat, Selasa (20/10/2015).
EditorErvan Hardoko

BANDUNG, KOMPAS.com — Lima orang guru SMAN 10 Bandung yang dimutasi mengadukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ke Ombudsman Perwakilan Jawa Barat, Selasa (20/10/2015).

Didampingi Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), sejumlah guru ini menilai terjadi mala-administrasi dalam surat keputusan (SK) pemutasian tersebut.

Sekretaris Jenderal FGII Iwan Hermawan mengatakan, SK mutasi yang ditandatangani Sekda Kota Bandung Yossi Irianto tertanggal 19 Agustus 2015. Namun, para guru itu baru menerima SK tersebut pada 16 Oktober 2015.

"Seharusnya, pemberian SK itu dilakukan atasan langsung berupa berita acara. Ini malah diberikan begitu saja oleh kepala tata usaha," ujar Iwan ditemui di Kantor Ombudsman Perwakilan Jawa Barat di Kota Bandung.

Lima orang guru ini bingung karena tidak jelasnya tanggal pengeluaran SK karena berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, PNS yang dimutasi berhak mengajukan keberatan dengan kurun waktu 15 hari semenjak surat tersebut diterima.

"Tapi, ini malah enggak jelas, kapan sebenarnya SK itu diturunkan," kata dia.

Iwan menambahkan, kelima guru ini mempertanyakan latar belakang mutasi mereka. Jika mutasi ini merupakan sanksi yang diberikan Wali Kota Bandung terkait masalah antara guru dan Kepala Sekolah Isnaeni Zakiah, tentunya itu harus melalui prosedur.

Jika memang ini merupakan sanksi, pertama, para PNS tersebut akan diperiksa oleh atasannya langsung. Selanjutnya, para PNS akan mendapat teguran dan akan dilaporkan ke atasan lebih tinggi.

Mereka akan diperiksa tim Inspektorat Kota Bandung. Jika dalam pemeriksaan tersebut terbukti bersalah, PNS tersebut akan diberikan sanksi yang disampaikan langsung oleh atasannya dalam bentuk berita acara.

"Kalau dari badan kepegawaian atau dari Dinas Pendidikan bilang ini mutasi biasa berarti bohong, kalau ini sanksi tentu prosedurnya harus jelas," kata Iwan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 7,1 Berpusat Dekat Kepulauan Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 7,1 Berpusat Dekat Kepulauan Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Regional
Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Regional
Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Regional
6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

Regional
Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Regional
Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X