Kompas.com - 29/09/2015, 22:58 WIB
Api masih membakar lahan Pusat Reintroduksi Orangutan Samboja Lestari milik Yayasan Borneo Orangutan Survival, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (25/9) sore. Api membakar lahan sejak Rabu (23/9), dan menghanguskan sekitar 200 hektar. Sebanyak 209 orangutan dan 46 beruang madu yang ditempatkan di Samboja Lestari masih aman. KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYAApi masih membakar lahan Pusat Reintroduksi Orangutan Samboja Lestari milik Yayasan Borneo Orangutan Survival, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (25/9) sore. Api membakar lahan sejak Rabu (23/9), dan menghanguskan sekitar 200 hektar. Sebanyak 209 orangutan dan 46 beruang madu yang ditempatkan di Samboja Lestari masih aman.
|
EditorErvan Hardoko

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Kebakaran besar kembali melanda kawasan hutan kelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (29/9/2015). Api berkobar cepat di lokasi bekas kebakaran dan kali ini menghanguskan landasan helikopter alias helipad.

"Helipad berjarak kurang dari 200 meter dari bangunan kantor dan tempat penimbunan bahan bakar. Titik kebakaran bahkan dekat dengan kandang-kandang orangutan," kata juru bicara BOSF, Nico Hermanu.

Kebakaran berulang muncul di hutan kelola BOSF. Kawasan yang dipenuhi rumput, daun kering, juga jenis pakis-pakisan menjadikan kawasan itu mudah sekali terbakar dan merambat dengan cepat.

Kebakaran yang berlangsung pada tengah hari itu berhasil dilokalisasi gabungan tim pemadam kebakaran dari BPBD Kutai Kartanegara, Manggala Agni, PT Pertamina, hingga puluhan tentara dari Koramil dan Detasemen Kavaleri Kodam VI Mulawarman. "Kebakaran cepat dilokalisasi saat ini meski belum sepenuhnya dijinakkan," kata Nico.

Kebakaran berulang secara sporadis menambah luas area kerusakan. Sebelumnya, pada 31 Agustus-1 September 2015 lalu, kebakaran menghancurkan 30 hektar hutan dan lebih 1.000 pohon rusak saat itu. Kemudian, kebakaran kembali terjadi pada 23-25 September 2015.

Pihak BOSF mengklaim kebakaran merusak lebih dari 200 hektar lahan dan menghancurkan lebih dari 100.000 pohon batang keras berumur 10-15 tahun, seperti gaharu, meranti, bengkirai, hingga pohon buah seperti nangka. "Sedangkan kali ini helipad," kata Nico.

BOSF, organisasi nirlaba yang fokus pada penyelamatan orangutan, ini berdiri pada 1991. Berada di lahan seluas 1.852 hektar, saat ini BOSF memelihara tidak kurang 200 orangutan dari 700 ekor orangutan yang mereka rawat di berbagai daerah. BOSF juga merawat hewan lain, yakni 46 beruang madu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X