Dua Lokomotif Bersejarah Segera Diboyong ke Ambarawa

Kompas.com - 29/09/2015, 16:33 WIB
Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARIMuseum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah
|
EditorCaroline Damanik
AMBARAWA, KOMPAS.com — Koleksi Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, akan bertambah dalam waktu dekat. Paling lama, akhir tahun ini, dua lokomotif bersejarah yang selama ini ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta akan menjadi "penghuni" museum kereta api peninggalan kolonial Belanda itu.  

"Secepatnya, dua lokomotif akan kami boyong ke sini. Saat ini, kami mempersiapkan dokumen dan teknis pengangkutannya," kata Manajer Museum PT KAI Sapto Hartoyo, Selasa (29/9/2015).  

Menurut Sapto, kehadiran dua lokomotif uap yang konon dibuat pada 1900-an tersebut menambah deretan koleksi museum KA yang saat ini menyimpan 23 lokomotif uap. Menurut catatan sejarah, dua lokomotif calon penghuni museum KA itu dahulu beroperasi di Jawa Barat.

"Begitu tiba di sini, dua lokomotif itu akan kami perbaiki. Meskipun tidak berfungsi kembali, (lokomotif) itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung," ujarnya.  


Sapto menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan perawatan yang dilaksanakan tiap bulan. Seiring dengan rencana pengoperasian jalur heritage Ambarawa-Tuntang-Kedungjati, Museum KA Ambarawa akan terus berbenah.

"Pengembangan di sini masih terus kami laksanakan. Ke depan, pengunjung, baik domestik maupun mancanegara, bakal dibuat terkesima begitu ke Museum KA Ambarawa," ujarnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terimbas Kerusuhan Papua, Pedagang Pasar di Fakfak Dapat Bantuan Rp 5 Juta

Terimbas Kerusuhan Papua, Pedagang Pasar di Fakfak Dapat Bantuan Rp 5 Juta

Regional
Viral Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Tiap Hari, Bantuan Dermawan Mulai Berdatangan

Viral Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Tiap Hari, Bantuan Dermawan Mulai Berdatangan

Regional
Ayah Perkosa Anak Kandung Berkali-kali hingga Hamil 5 Bulan, Pernah Dijual Rp 300.000

Ayah Perkosa Anak Kandung Berkali-kali hingga Hamil 5 Bulan, Pernah Dijual Rp 300.000

Regional
Dua Remaja SMA Jadi Korban Perdagangan Manusia di Makassar

Dua Remaja SMA Jadi Korban Perdagangan Manusia di Makassar

Regional
4 Fakta Nenek Iyah Dibunuh dan Mayatnya Dibakar karena Tagih Utang, Dendam hingga Pelaku Ditangkap

4 Fakta Nenek Iyah Dibunuh dan Mayatnya Dibakar karena Tagih Utang, Dendam hingga Pelaku Ditangkap

Regional
'Saya dan Anak Batuk, Muntah-muntah karena Asap'

"Saya dan Anak Batuk, Muntah-muntah karena Asap"

Regional
Pelayat dan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka HS Dillon

Pelayat dan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka HS Dillon

Regional
Sejak Usia 6 Bulan, Bayi Hadijah Sudah Minum Kopi Tubruk, Ini Kata Sang Ibu

Sejak Usia 6 Bulan, Bayi Hadijah Sudah Minum Kopi Tubruk, Ini Kata Sang Ibu

Regional
Respons Bupati soal Warga Magetan Buka Wisata Bau Busuk Kali Gandong

Respons Bupati soal Warga Magetan Buka Wisata Bau Busuk Kali Gandong

Regional
Kronologi Tabrakan Bus dan Truk yang Menewaskan 8 Orang di Lampung

Kronologi Tabrakan Bus dan Truk yang Menewaskan 8 Orang di Lampung

Regional
Ratusan Rumah dan Kios Terbakar di Asmat Papua, 3 Orang Alami Luka Bakar

Ratusan Rumah dan Kios Terbakar di Asmat Papua, 3 Orang Alami Luka Bakar

Regional
PDIP Utamakan Kader Maju Pilkada Solo 2020, Bagaimana Kans Gibran?

PDIP Utamakan Kader Maju Pilkada Solo 2020, Bagaimana Kans Gibran?

Regional
Raih Penghargaan Sebagai Caleg Suara Terbanyak dari Golkar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Raih Penghargaan Sebagai Caleg Suara Terbanyak dari Golkar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Regional
Ciamis Kini Punya Angkot Ber-AC, Sopir dan Penumpang Dilarang Merokok

Ciamis Kini Punya Angkot Ber-AC, Sopir dan Penumpang Dilarang Merokok

Regional
Saat Bayi-bayi Terpapar Kabut Asap di Pekanbaru Diungsikan

Saat Bayi-bayi Terpapar Kabut Asap di Pekanbaru Diungsikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X