Usaha Aparat TNI-Polri Berhasil, Kabut Asap Berkurang di Ogan Ilir

Kompas.com - 16/09/2015, 09:48 WIB
Pemandangan Kampus Unsri Indralaya Ogan Ilir. Beberapa hari lalu, gedung-gedung besar di dalam kampus tersebut hanya terlihat samar, bahkan nyaris tak terlihat. Namun hari ini, terlihat jelas, meski masih ada sedikit kabut asap. KOMPAS.com/AMRIZAPemandangan Kampus Unsri Indralaya Ogan Ilir. Beberapa hari lalu, gedung-gedung besar di dalam kampus tersebut hanya terlihat samar, bahkan nyaris tak terlihat. Namun hari ini, terlihat jelas, meski masih ada sedikit kabut asap.
|
EditorGlori K. Wadrianto
OGAN ILIR, KOMPAS.com - Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut dan hutan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir oleh personel TNI dan Polri terlihat mulai membuahkan hasil. 

Buktinya, sejak Rabu (16/9/2015) pagi, kabut asap mulai menipis di wilayah Ogan Ilir. Padahal, baru beberapa hari lalu kabut asapsangat tebal menyelimuti wilayah itu.

Di Kampus Unsri Indralaya Ogan Ilir, misalnya. Beberapa hari lalu, gedung-gedung besar di dalam kampus tersebut hanya terlihat samar, bahkan nyaris tak terlihat. Namun hari ini, terlihat jelas, meski masih ada sedikit kabut asap.

Jalan -jalan di dalam kampus Unsri juga relatif bersih dari asap. Kalaupun ada, sudah sangat tipis dan tidak menganggu mahasiswa yang datang ke kampus.

Kondisi yang sama juga terlihat di jalan lintas timur (jalintim) Palembang-Indralaya Ogan Ilir. Jika beberapa hari lalu kabut asap sangat tebal menutup jalan, dengan jarak pandang kurang dari lima meter, hari ini relatif lebih bersih dan terang.  Pengendara pun lebih aman nyaman mengemudikan kendaraannya.

Ahmad Kusnadi, warga Indralaya Ogan Ilir yang setiap hari mengantar anaknya pergi ke sekolah dengan sepeda motor, merasa senang dengan kondisi ini. “Alhamdulillah, hari ini kabut asap sudah agak berkurang dibanding beberapa hari belakangan ini. Saya setiap pagi mengantar anak ke sekolah, dan tahu betul kondisi kabut asap yang sangat tebal di sini,” kata Kusnadi

Kusnadi berharap Pemerintah semakin keras melakukan upaya pengedalian kabut asap, sebab keadaan ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. “Anak saya ini beberapa hari lalu sampai sakit akibat terlalu banyak menghirup kabut asap,” kata Kusnadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.