Gubernur Bengkulu Minta Doa dari Pendaki Elbrus Agar Polisi SP3 Kasus Korupsinya

Kompas.com - 10/09/2015, 17:39 WIB
Empat pendaki aasl Universitas Bengkulu (menggunakan jaket) dilepas Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, Danrem, untuk melakukan kampanye pendakian penyelamatan hutan Hujan Sumatera di Gunug Elbrus dentgan ketinggian 5.642 meter dari permukaan lat dari tanggal 11 September 2015 hingga 28 September 2015 kompas.com/FirmansyahEmpat pendaki aasl Universitas Bengkulu (menggunakan jaket) dilepas Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, Danrem, untuk melakukan kampanye pendakian penyelamatan hutan Hujan Sumatera di Gunug Elbrus dentgan ketinggian 5.642 meter dari permukaan lat dari tanggal 11 September 2015 hingga 28 September 2015
|
EditorErvan Hardoko

BENGKULU, KOMPAS.com - Tawa para tetamu yang hadir dalam acara pelepasan tim pendaki Gunung Elbrus dari Kelompok Aktivitas Pecinta Alam (Kampala) Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Kamis (10/9/2015), tertawa lepas saat Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah memberikan sambutan.

Dalam awal sambutannya, Junaidi yang sudah berstatus tersangka dalam dugaan korupsi honor tim pembina rumah sakit umum daerah itu memberikan paparan soal kelestarian hutan dan perubahan iklim.

Tak lupa dalam sambutannya, Junaidi menyelipkan rasa bangganya kepada keempat mahasiswa Bengkulu yang akan mengharumkan nama provinsi dan Indonesia di puncak gunung tertinggi di Eropa itu. Terlebih, mereka akan mendaki dengan mengenakan pakaian adat Bengkulu.


"Namun jangan lupa, jika sudah sampai puncak Gunung Elbrus yang tinggi dan dinamai atap Eropa itu, tolong berdoa dengan khidmat, doakan agar kasus saya segera dihentikan atau SP3 oleh Bareskrim Mabes Polri," kata Junaidi yang kontan mengundang tawa para tamu.

Junaidi menjadi tersangka atas dugaan korupsi pembayaran honor tim pembina RSUD M Junus, Bengkulu, sebesar Rp 5,6 miliar pada 2011. Perkara ini muncul saat penerbitan SK Gubernur Nomor Z 17 XXXVIII Tahun 2011 tentang Tim Pembina Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr M Yunus (RSMY).

Akibat pemerbitan surat keputusan itu, negara diperkirakan merugi sebesar Rp 5,4 miliar. Sebab, SK itu dinilai bertentangan dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 mengenai Dewan Pengawas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewar DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewar DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X