Luka-luka Cubitan Ungkap Kasus Penganiayaan Bocah oleh Ibu Angkat

Kompas.com - 08/09/2015, 09:17 WIB
Punggung Adriana Banunaek (8) yang penuh dengan luka, akibat disiksa oleh ibu angkatnya Erni Sinaga, dengan cara dicubit.
Kompas.com/Sigiranus Marutho BerePunggung Adriana Banunaek (8) yang penuh dengan luka, akibat disiksa oleh ibu angkatnya Erni Sinaga, dengan cara dicubit.
|
EditorGlori K. Wadrianto
KUPANG, KOMPAS.com - Usai mendampingi Adriana Banunaek (8) melaporkan sang ibu angkat Erni Sinaga (34) ke Kepolisian Resor Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepala Sekolah SD Negeri Balfai, Zem Tafoki mengaku lega. Dia lega karena merasa telah menyelamatkan nyawa bocah tersebut.

“Kalau saya diamkan, nanti saya akan salah karena saya berpikir ke kasus Engeline, yang hampir sama. Kami tidak mau kasus Engeline terjadi di Kupang. Guru tahu masalah, tapi hanya diamkan saja, karena mungkin takut kepada orangtua atau alasan lainnya, sehingga tidak mau melaporkan atau mendekati orangtua untuk dipanggil ke sekolah," kata Zem, Senin (7/9/2015).

"Kita harus menghormati hukum terutama tentang perlindungan anak, apalagi anak perempuan yang masih di bawah umur,” sambung Zem lagi.

Menurut Zem, jika cubitan atau luka akibat cubitan hanya satu sampai dua kali, mungkin masih bisa dimaklumi. Namun karena sudah melebihi batas, pihak sekolah akhirnya mendampingi Adriana untuk menempuh jalur hukum.

“Prinsipnnya bahwa kami ini bukan pelapor, tapi kami hanya mendampingi Adriana, agar Adriana sendirilah yang akan menceritakan langsung langsung kepada polisi, tentang kronologi kejadian penganiayaan itu,” kata dia.

Zem pun mengaku, pada tahun 2014 lalu, dia sudah memanggil ayah angkat Adriana, untuk menghadap ke sekolah, karena ada laporan dari guru dan tetangga tentang penganiayaan tersebut.

Saat menghadap, ayah angkat Adriana mengaku kalau istrinya dan dia tidak pernah menangiaya Adriana.

“Tahun lalu saat saya panggil ayah angkat Adriana dan waktu itu di tubuh Adriana hanya terlihat sedikit bekas luka akibat cubitan. Saya kemudian katakan lagi bahwa kalau pulang tolong beritahu kepada ibu untuk datang ke sini, namun sampai saat ini belum menghadap," kata dia lagi.

"Saya kira semuanya sudah baikan dan aman-aman saja, namun ternyata kejadian yang sebenarnya akhirnya terbongkar,” kata Zem.

Adriana, kata Zem, tergolong anak yang pandai di kelasnya. ”Meski sering dianiaya di rumah, namun Adriana punya niat yang besar untuk tetap sekolah,” kata Zem.

Diberitakan sebelumnya, Adriana melaporkan ibu angkatnya, Erni Sinaga (32), ke kepolisian setempat. Adriana mengaku selalu disiksa sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. sekujur tubuh Adriana penuh luka bekas cubitan. Saat ini, Erni sudah menjalani masa penahanan selama 20 hari di Mapolres Kupang. (Baca: Disiksa sejak TK, Bocah SD Laporkan Ibu Angkat ke Polisi)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.