Berdebat soal Perbedaan Harga, Dua Pedagang Daging Babi Adu Jotos

Kompas.com - 02/09/2015, 21:08 WIB
Bintang (kiri) saat ditemani ayahnya di Mapolsek Siantar Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2015), usai terlibat perkelahian dengan sesama penjual daging babi. KOMPAS.com/Tigor MuntheBintang (kiri) saat ditemani ayahnya di Mapolsek Siantar Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2015), usai terlibat perkelahian dengan sesama penjual daging babi.
|
EditorErvan Hardoko

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Cuma lantaran perbedaan harga daging, dua pedagang daging babi terlibat aksi adu jotos di Jalan SKI, Kelurahan Naga Huta Timur, Siantar Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2015).

Bintang Siregar (20) dan Mario Tambunan (35) berjualan daging babi di lokasi yang berdekatan di tepi Jl SKI, Pematangsiantar.  Keributan berawal ketika Bintang mematok harga 26.000 untuk satu kilo daging babi. Sementara Mario menjual dagingnya dengan harga Rp 30.000 per kilogram.

Dengan selisih harga Rp 4.000 itu, sebagian besar pembeli jelas memilih daging yang dijual Bintang. Situasi itu membuat Mario naik pitam karena daging yang dijualnya tak dilirik pembeli.  Akhirnya, dengan amarah meledak-ledak, Mario mendatangi Bintang di tempatnya berjualan.

Tak ayak, adu mulut sengit terjadi di antara kedua penjual daging babi itu. Adu mulut kian sengit hingga akhirnya bermuara pada baku pukul. Beruntung warga yang ada di sekitar lokasi kejadian segera melerai keduanya dan melaporkan kejadian itu ke mapolsek.

Polisi bergegas datang ke lokasi kejadian lalu membawa kedua pedagang daging itu ke mapolsek untuk menyelesaikan masalah mereka. Kepada polisi Bintang menjelaskan Mario mendatangi tempatnya berjualan dan tanpa banyak tanya langsung memukuli dirinya.

 "Dia (Mario) yang tadi datang ke tempat jualanku. Aku tadi sama adikku si Surya. Langsung dipukulinya kami. Ramai tadi yang memukuli kami, lebih dari 3 orang lah," kata Bintang.

Bintang membenarkan jika aksi Mario itu dipicu perbedaan harga daging babi yang mereka jual. "Ya memang gara-gara harga. Terserah kami mau kasih harga berapa. Kalau mau bersaing, bersaing yang sehat. Bukan seperti itu," tambah Bintang.

Bintang menambahkan, sebenarnya dirinya sudah lebih dulu berjualan di tempat itu. Sementara, Mario belum lama mencari nafkah di sana. "Kami sudah sejak 7 tahun lalu berjualan di situ. Kami duluan merintis berjualan daging babi itu," tambah Bintang.

Setelah beberapa lama berada di mapolsek, masalah di antara kedua pedagang daging babi itu dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. "Masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka sudah berdamai melalui surat perjanjian ditandatangani kedua belah pihak," ujar Kapolsek Siantar Marihat AKP Ruslan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X