Kota Mataram: Ikon Wisata Baru Dikembangkan

Kompas.com - 21/07/2015, 15:00 WIB
Sejumlah warga berjalan kaki menikmati udara pagi yang segar di bawah naungan pohon kenari di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (12/7). Pemerintah Kota Mataram melindungi keberadaan pohon kenari yang berusia ratusan tahun dan memiliki nilai historis tinggi tersebut. Selain memberikan keteduhan, pohon-pohon tua itu juga menambah estetika dan dapat menjadi ikon wisata baru bagi Kota Mataram melalui wisata alam atau wisata sejarah. KOMPAS/SAMUEL OKTORASejumlah warga berjalan kaki menikmati udara pagi yang segar di bawah naungan pohon kenari di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (12/7). Pemerintah Kota Mataram melindungi keberadaan pohon kenari yang berusia ratusan tahun dan memiliki nilai historis tinggi tersebut. Selain memberikan keteduhan, pohon-pohon tua itu juga menambah estetika dan dapat menjadi ikon wisata baru bagi Kota Mataram melalui wisata alam atau wisata sejarah.
EditorTri Wahono


Oleh Samuel Oktora dan Khaerul Anwar

Burung-burung berkicau merdu kala mentari memancarkan senyumnya di kawasan Langko, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Udara pun terasa sejuk di bawah naungan pohon-pohon kenari nan rindang berusia ratusan tahun yang banyak tumbuh di kawasan jantung kota itu. Pohon yang ditanam di masa kolonial Belanda itu menambah estetika, kenyamanan, serta meneguhkan Mataram sebagai kota kenari.

Hingga kini kisah tentang turis asal Belanda yang menangis haru sambil memeluk sebuah pohon kenari di depan kantor Kepolisian Daerah NTB di Jalan Langko, Kota Mataram pun masih membekas di kalangan masyarakat, terutama di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Tangisan sang turis itu rupanya membuat diri si turis seakan dapat melepas rindu, serasa memeluk nenek moyangnya yang konon menanam kenari itu.

Jika kita berkunjung ke Kota Mataram, seakan kita diajak bernostalgia menikmati suasana tempo doeloe, terutama di kawasan Langko dan Jalan Pejanggik. Walau sinar matahari terik, di ruas jalan itu terasa teduh karena banyak pohon besar menjulang seakan memberikan perlindungan bagi siapa pun yang melintas di kawasan itu.

Selain pohon kenari, di kawasan itu, persisnya di depan kantor Bank Pembangunan Daerah NTB di Jalan Pejanggik terdapat pula pohon beringin dengan diameter batang yang besar, yang untuk memeluknya perlu 2-3 orang dewasa. Di kawasan Pejanggik juga terdapat sejumlah pohon asam.

Keberadaan pohon-pohon tua seperti pohon kenari di pusat Kota Mataram tergolong unik dan langka, mirip situasi di Kota Bogor ataupun di Kota Bandung, Jawa Barat, persisnya di kawasan Bandung utara.

Di kota yang mempunyai moto Maju, Religius, dan Berbudaya itu paling tidak terdapat 60 pohon kenari tua yang masih terjaga dengan baik. Pemerintah kota memang memberikan perhatian besar dalam hal keberlanjutan fungsi dan kelestarian lingkungan hidup.

"Keberadaan pohon-pohon ini sangat dilindungi, yang selain mampu menambah keindahan dan kenyamanan kota, juga memiliki nilai historis yang tinggi. Bahkan pohon-pohon tua ini dapat dikembangkan menjadi ikon wisata baru, seperti wisata alam atau wisata sejarah dengan city tour," kata Kepala Bidang Penataan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Pertamanan Kota Mataram Nanang Edward.

Dalam kepemimpinan Wali Kota Ahyar Abduh (periode 2010-2015), bahkan sejak Ahyar menjabat Wakil Wali Kota mendampingi Wali Kota Mataram periode 2005-2010 M Ruslan, aspek pelestarian lingkungan, antara lain pemeliharaan pohon-pohon tua serta penataan dan penambahan taman, sangat diperhatikan. Hal itu sebagai komitmen dan upaya untuk mencapai cakupan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Mataram hingga 30 persen (sekitar 1.839 hektar), yang ditargetkan terwujud pada 2031.

Cakupan RTH di Mataram dengan total luas wilayah 6.130 hektar baru mencapai 21,39 persen atau sekitar 1.311 hektar yang terbagi atas RTH publik 11,39 persen (697,9 hektar) dan RTH private lebih kurang 10 persen (613 hektar). Pemkot Mataram masih berupaya menambah cakupan RTH paling tidak 528 hektar lagi agar dapat mencapai 30 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X