Bulog Identifikasi 2 Jenis Kutu yang "Hantui" Raskin

Kompas.com - 14/07/2015, 17:24 WIB
Raskin yang diterima RTSM di Sampang Jawa Timur, tidak layak konsumsi karena berwarna cokelat, bercampur kerikil dan gabah kering serta berbau apek. Jika dimasak saat dimakan membuat sakit perut. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANRaskin yang diterima RTSM di Sampang Jawa Timur, tidak layak konsumsi karena berwarna cokelat, bercampur kerikil dan gabah kering serta berbau apek. Jika dimasak saat dimakan membuat sakit perut.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SIDOARJO, KOMPAS.com - Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) kerap dikeluhkan oleh warga penerima manfaat. Salah satunya karena hama kutu yang masih ada di dalam raskin ikut disalurkan.

Bulog selaku penyalur beras raskin lantas menyatakan "perang" dengan populasi kutu, khususnya yang masih ada di raskin. Perang terhadap kutu di raskin itu dilakukan dengan penyemprotan rutin dan fumigasi.

"Fumigasi hanya memastikan kutu saja, tapi telur kutu masih berpotensi menetas selama sepekan atau dua pekan setelah fumigasi. Karena itu harus cepat disalurkan, untuk memotong rantai perkembang biakan kutu dalam beras," kata Kepala Subdivre Surabaya Utara, Bulog Jatim, Suharto Djabar, Selasa (14/7/2015) saat sidak gudang Beras Bulog di Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Ada dua jenis kutu yang berkembang biak dalam beras, khususnya raskin, kata Suharto, yakni kutu Rhizophillus dan Rhizopertha. "Kutu Rhizopillus muncul saat beras di tangan petani dan penggilingan, kutu itu dibawa masuk hingga ke gudang. Sementara Rhizopertha muncul saat beras berada sekitar enam bulan di gudang," kata Suharto.

Hama kutu Rhizopertha semula adalah hama di tanaman kayu, yang berevolusi dan menyerang beras. Hama ini bertelur di dalam biji beras setelah dilubangi. Kutu jenis Rhizopertha itu dinilainya lebih berbahaya, karena mampu menghancurkan bulir beras. 

Realisasi penyaluran raskin di Jatim semester pertama tahun ini mencapai 94 persen. Dari total pagu enam bulan sebesar 257.172 ton, raskin yang telah terdistribusikan mencapai total 242.826 ton. Raskin tersebut untuk 2.857.469 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), dengan kuota beras sebanyak 514.344.420 kilogram pertahun atau 42.862.035 kilogram per bulan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X