Rusak Kawasan Cagar Alam, 2 WNA Ditangkap Polhut - Kompas.com

Rusak Kawasan Cagar Alam, 2 WNA Ditangkap Polhut

Kompas.com - 14/07/2015, 12:44 WIB
PONTIANAK, KOMPAS.com - Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan menangkap dua warga negara asing karena diduga merusak kawasan cagar alam Mandor, Kalimantan Barat. Dua warga asing tersebut adalah, ZX alias ZS, warga Tiongkok dan KW alias AH warga Malaysia.

Kedua WNA tersebut ditangkap secara terpisah. ZX ditangkap pada 7 Juli 2015 lalu, sedangkan AH ditangkap pada 11 Juli 2015. Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan dari dua warga Indonesia, IB dan SA yang sudah terlebih dahulu ditangkap.

Komandan SPORC Brigade Bekantan David Muhammad mengungkapkan, penangkapan tersebut berkaitan dengan kasus alat berat di dalam kawasan cagar alam. Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan petugas Resor Mandor dan laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas ilegal di dalam kawasan cagar alam.

"Mereka ditangkap karena membuat jalan dan pondok pekerja di dalam kawasan cagar alam. Itu jelas melanggar undang-undang" ujar David, Selasa (14/7/2015).

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Sustyo Iriyono menjelaskan, pembuatan jalan di dalam kawasan cagar alam tersebut awalnya memang diusulkan masyarakat. Usulan tersebut sempat dibahas antara pihak BKSDA, perwakilan masyarakat, dan pihak perusahaan yang mengerjakan jalan.

"Dalam dua kali pertemuan, BKSDA dengan tegas menolak pembuatan jalan yang melintasi kawasan cagar alam Mandor, karena jelas bertentangan dengan undang-undang. Namun, imbauan dari pihak balai tidak diindahkan oleh pihak perusahaan dan nekat tetap melanjutkan pengerjaan jalan. Bahkan membangun pondok untuk pekerja," kata Sustyo.

Sustyo menambahkan, berbagai upaya persuasif maupun preemtif tidak berhasil, pihak BKSDA menggelar operasi gabungan bersama pihak kepolisian sebagai upaya penegakkan hukum.

Cagar Alam Mandor merupakan kawasan konservasi yang telah diakui keberadaannya sejak tahun 1930. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pengukuhan dan penguatan status kawasan demi menjamin keutuhan kawasan cagar alam.

Kedua warga asing tersebut diduga melanggar Pasal 19 ayat (1) Jo Pasal 40 ayat (1) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara dn denda Rp.200.000.000.


Saat ini, kedua warga asing beserta pelaku lainnya masih mendekam di rumah tahanan untuk proses hukum selanjutnya. 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Edukasi
Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan

Close Ads X