Kompas.com - 08/06/2015, 18:13 WIB
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com - Para pedagang dari Forum Pedagang Lesehan (Forples) menggelar aksi doa bersama di area zona II Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (8/6/2015) siang. Seorang pimpinan organisasi masyarakat (ormas) besar di Kabupaten Magelang memimpin doa bersama tersebut setelah memberi pengarahan kepada pedagang.

"Beliau adalah tokoh masyarakat yang kami banggakan. Beliau datang untuk memberi dukungan moral kepada kami," ujar Wakil Ketua Forum Pedagang Lesehan (Forples) Borobudur, Ismain, di sela-sela aksi.

Selain diikuti oleh para pedagang, terlihat pula puluhan pengikut ormas itu dengan mengenakan kaos serba hitam. Aksi berlangsung damai dan singkat. Mereka membubarkan diri dengan tertib meski tetap mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian dan TNI setempat.

Terkait aksi tersebut, Ismain menjelaskan, pihaknya bersikeras menolak kebijakan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) yang memindah pedagang korban kebakaran pasar Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) ke lokasi sementara. Mereka menilai pihak TWCB tidak konsisten dan mengingkari janji terkait rencana relokasi tersebut.

"Pihak Taman (PT TWCB) inskonsisten, mereka ingkar janji. Awalnya kami memang diajak diskusi, tapi kemudian kami ditinggal. Kami tidak diajak musyawarah lagi selama pembuatan tempat, bentuk dan bangunan lokasi jualan sementara," ungkap Ismain.

Ismain menilai lokasi jualan sementara kurang strategis. Sejak awal, pihaknya menginginkan lokasi yang satu jalur dari jalur keluar pintu Ngasem (sisi utara Candi Borobudur). Lokasi tersebut dianggap lebih strategis, pedagang lebih tertata dan tidak terpisah-pisah.

Menurut dia, lapak jualan sementara berukuran 1,5 x 2 meter yang ditentukan TWCB tidak memadai untuk menggelar dagangan. Selain itu, jumlah lapak yang disediakan tidak mencukupi untuk seluruh pedagang.

"Kami akan bertahan berjualan di sini (zona I dan II) selama belum ada kesepakatan yang jelas. Kami masih membuka kran komunikasi dengan pihak Taman," jelasnya.

Zona larangan berdagang

Sementara itu, Kepala Unit TWCB Chrisnamurti Adiningrum menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan lapak di lokasi sementara bagi kedua paguyuban pedagang tersebut.

Secara menyeluruh, pedagang Forples ada 605 dan Paguyuban SKMB ada 845 pedagan. Dijelaskan, berdasar UU Cagar Budaya 11/2010 tentang Cagar Budaya, mengenai prinsip zonasi (pasal 72-73), sudah diatur mengenai penentuan batas-batas keruangan situs cagar budaya. Zona I dan II Candi Borobudur yang ditempati sekarang merupakan zona terlarang. Mereka dipindahkan ke tempat sementara mulai Senin (8/6/2015) pagi.

"Salah satu usaha untuk menata alur pengunjung adalah memindahkan rute keluar pengunjung melalui pintu Kenari (barat Candi Borobudur). Konsekuensi pemindahan ini adalah pemindahan pedagang ke lapak jualan sementara yang telah disediakan. Dengan kondisi demikian parktis pedagang yang menolak relokasi maka tidak akan dilalui para wisatawan. Pengunjung Candi sudah diarahkan untuk melewati lokasi jualan sementara," urainya.

Kapolres Magelang AKBP Rifki mengatakan, sebanyak 250 personel keamanan dikerahkan di lokasi Candi Borobudur. Mereka terdiri dari Brigade Mobil (Brimob), TNI, dan lainnya. Pihaknya mengimbau agar pedagang mau direlokasi di tempat yang sudah disediakan oleh PT TWCB. sebelum lokasi permanen selesai dibangun.

"Kita lebih mengedepankan langkah persuasif. Mengajak semua untuk menjaga candi, apalagi ada kunjungan wisatawan," tandas Rifki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Regional
Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.