Jimly Tersinggung Acara DKPP Dibuka Pejabat Kepri

Kompas.com - 27/05/2015, 18:49 WIB
Ketua Tim Penyelidikan Dugaan Kriminalisasi Pimpinan KPK 2011-2015 yang dibentuk Komnas HAM Nur Kholis (tengah) bersama juru bicara tim Roichatul Aswidah (kiri) dan salah satu anggota Tim Independen Jimly Asshiddiqie menyampaikan hasil pertemuan di Jakarta, Rabu (28/1). Pada pertemuan tersebut, tim dari Komnas HAM berkonsultasi dengan Pak Jimly selaku Ketua Dewan Penasihat Komnas HAM terkait penyelidikan dugaan kriminalisasi terhadap KPK. KOMPAS/HERU SRI KUMOROKetua Tim Penyelidikan Dugaan Kriminalisasi Pimpinan KPK 2011-2015 yang dibentuk Komnas HAM Nur Kholis (tengah) bersama juru bicara tim Roichatul Aswidah (kiri) dan salah satu anggota Tim Independen Jimly Asshiddiqie menyampaikan hasil pertemuan di Jakarta, Rabu (28/1). Pada pertemuan tersebut, tim dari Komnas HAM berkonsultasi dengan Pak Jimly selaku Ketua Dewan Penasihat Komnas HAM terkait penyelidikan dugaan kriminalisasi terhadap KPK.
EditorSandro Gatra


TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie tersinggung acara institusinya di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dibuka oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpolinmas) Kepulauan Riau Syafri Salisman, yang mewakili gubernur dan wakil gubernur setempat.

Jimly sempat menolak menyampaikan materi dalam "Sosialisasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu" tahun 2015 Etika Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Auditorium UMRAH di Dompak Tanjungpinang, Rabu (27/5/2015).

Beberapa saat kemudian Jimly berdiri dari tempat duduknya setelah dipanggil moderator dalam acara tersebut.

"Ini acara DKPP, bukan acara gubernur atau pun wakil gubernur. Jadi Syafri membuka acara bukan mewakili kepala daerah, melainkan pemerintahan daerah," kata Jimly dengan wajah memerah seperti dikutip Antara.

Jimly mengaku bersyukur Gubernur Kepri HM Sani dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo tidak menghadiri acara tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan Syafri sebelum membuka acara tersebut, gubernur berhalangan hadir karena mengikuti rapat di Jakarta. Sedangkan wakil gubernur mengikuti kegiatan di Bintan.

"Saya bersyukur mereka tidak hadir. Saya, dan teman-teman penyelenggara pemilu harus menjaga jarak dengan mereka, karena mereka berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepri pada Pilkada Kepri 9 Desember 2015," katanya.

Dia menegaskan, diskusi yang digelar DKPP ini bukan acara biasa. Kegiatan ini penting dilaksanakan agar penyelenggara pemilu mematuhi kode etik dan peserta pilkada dapat melakukan aktivitas politik sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap bukan penyelenggara pemilu yang hadir dalam acara, tetapi politikus," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Jimly mengatakan, pemecatan terhadap tiga orang anggota KPU Batam dan Karimun menjadi salah satu alasan DKPP melakukan sosialisasi kode etik penyelenggara pemilu. Kesalahan serupa diharapkan tidak terulang lagi pada pilkada.

"Kami tidak hanya memberikan sanksi, melainkan juga melindungi dan mempromosikan penyelenggara pemilu," ujarnya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

Regional
Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor Tarakan Ditemukan dalam Keadaan Berpelukan

Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor Tarakan Ditemukan dalam Keadaan Berpelukan

Regional
3 Rumah Tertimbun Tanah Longsor di Kota Tarakan, 4 Orang Tewas

3 Rumah Tertimbun Tanah Longsor di Kota Tarakan, 4 Orang Tewas

Regional
Cerita Tetangga Rumah Tua Milik Mantan Bupati yang Fotonya Viral di Media Sosial

Cerita Tetangga Rumah Tua Milik Mantan Bupati yang Fotonya Viral di Media Sosial

Regional
Cegah Potensi Penularan Covid-19, Begini Cara Pondok Pesantren Tebuireng

Cegah Potensi Penularan Covid-19, Begini Cara Pondok Pesantren Tebuireng

Regional
Cerita Santri dari Tempat Isolasi di Banyumas: Makan Tepat Waktu, 4 Sehat 5 Sempurna

Cerita Santri dari Tempat Isolasi di Banyumas: Makan Tepat Waktu, 4 Sehat 5 Sempurna

Regional
Ganjar Telepon Gus Miftah, Minta Batalkan Pengajian di Pemalang

Ganjar Telepon Gus Miftah, Minta Batalkan Pengajian di Pemalang

Regional
523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

Regional
Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Regional
Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Regional
2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

Regional
13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

Regional
Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Regional
Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X