Polisi Diduga Tembak Warga di Arena Judi, Atasan Sebut Warga Itu Jatuh Kena Batu

Kompas.com - 27/05/2015, 15:51 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com — Seorang anggota polisi berinisial PM menembak seorang warga bernama Riki di arena judi di belakang kantor BCA Lama, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT.

Dari informasi yang dihimpun, Rabu (27/5/2015) siang, kejadian tersebut diketahui berlangsung pada Rabu sekitar pukul 00.40 dini hari Wita.

Kejadian bermula sekitar pukul 00.30 Wita. PM bersama beberapa orang rekannya mendatangi arena judi bola guling tersebut.

Beberapa menit kemudian, pria yang sehari-hari berdinas di bagian Provos Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berselisih paham dan adu mulut dengan salah seorang warga.

Karena emosi, sekitar pukul 00.40 Wita, oknum polisi tersebut kemudian mengeluarkan pistol jenis revolver dan menembak salah seorang warga bernama Riki sehingga terluka parah di pipi kiri. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum WZ Johannes, Kupang, untuk mendapat perawatan secara intensif.

Terkait aksi penembakan itu, Kapolda NTT Brigjen Endang Sunjaya yang dihubungi melalui pesan singkat belum membalas. Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Ronaldzi Agus, yang dihubungi secara terpisah melalui pesan singkat, juga belum merespons.

Sementara itu, Kepala Bidang Propam Polda NTT AKPB I Gede Mega Suparwitha yang ditemui di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kupang, mengaku bahwa anggotanya memberikan tembakan peringatan ke udara, bukan menembak warga.

"Kejadiannya dini hari tadi. Katanya, anggota pergi untuk membubarkan judi. Namun, setelah sampai di sana, terjadi penolakan oleh warga dengan melempar batu kepada petugas kami. Anggota polisi (PM) yang mau menyelamatkan diri kemudian menembak ke udara sebanyak satu kali sehingga warga pun lari berhamburan," kata Suparwitha.

Menurut dia, korban yang saat itu juga ikut lari diduga kuat terjatuh dan pipinya membentur batu sehingga terluka parah.

"Tadi kami sudah ke rumah sakit dan menanyakan langsung ke Riki, dan dia bilang luka karena jatuh. Kalau kena tembak, pasti semua giginya akan jatuh," kata Suparwitha.

Meskipun demikian, dia melanjutkan, anggota itu langsung diamankan di Markas Polda NTT sejak dini hari tadi untuk diproses secara etik dan disiplin Polri sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.

"Yang pasti bahwa masalah ini akan dibawa hingga ke persidangan untuk kita ketahui persis kesalahannya, apa yang dia lakukan, apakah sudah sesuai dengan prosedur tetap atau tidak," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Regional
Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Regional
Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Regional
Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Regional
Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Regional
Gasak 2 Kg Emas, Perampok Lepaskan Tembakan 8 Kali, Anak 10 Tahun Tertembak di Pelipis

Gasak 2 Kg Emas, Perampok Lepaskan Tembakan 8 Kali, Anak 10 Tahun Tertembak di Pelipis

Regional
Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Tembus 71 Orang dalam Sehari

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Tembus 71 Orang dalam Sehari

Regional
Ditertibkan Satpol PP, Dua Pasangan Mesum Sembunyi di Semak-semak

Ditertibkan Satpol PP, Dua Pasangan Mesum Sembunyi di Semak-semak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X