Kompas.com - 07/05/2015, 07:59 WIB
Para pelukis yang akan berpameran sedang mempersiapkan karya mereka di sebuah studio di dekat ISI Yogyakarta. HERY GAOSPara pelukis yang akan berpameran sedang mempersiapkan karya mereka di sebuah studio di dekat ISI Yogyakarta.
EditorTri Wahono


KOMPAS.com
- Dua atau lebih peristiwa yang bermakna dan saling terkait, terencana secara kosmis. Bukan sekadar kebetulan, tidak juga harus muncul karena sebab akibat. Fenomena itu yang diusung 10 seniman Yogyakarta dari lintas generasi untuk menggelar Pameran Lukis Sinkronisitas di Ludens Art Space, Yogyakarta, 9-16 Mei 2015.

Para pelukis yang akan menampilkan karyanya dalam pameran itu adalah Jihan Narantaka, Doddy Setiawan, Isna Attin Felayati, Milpi Chandra, Yoko, Ricky Anggi Mahardhika, Hery Gaos, Elang Sutajaya, Bunga Windu JS, Alvin Rian, Taufik Hidayat, dan Dede "Arock" Suwidnya.

Sebuah kebetulan juga jika para peserta pameran itu dari lintas angkatan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Tak ubahnya sebuah kebetulan jika kemudian Hery Gaos yang merupakan non-ISI ikut bergabung dalam pameran tersebut.

Karya-karya mereka dilabeli judul "Ya Ini Ya Itu" (Alvin Rian), "Too Far Away (Bunga Windu JS), "Rindu Rimbun" (Hery Gaos), "Road of Life" (Yoko), "Ada Yang Lain" (Attin Felayati), "Masih Bisa di Masanya' (Milpi Chandra), "Related from the Start" (Taufik Hidayat), "Imbas" (Elang Sutajaya), "Kita yang Lain" (Ricky Anggi Mahardhika), "Indigreen' (Jihan Narantaka), dan "Dialog" (Doddy Setiawan).

"Pameran ini mencoba merepresentasikan konsep sinkronisitas dari Carl Jung dalam sebuah bingkai karya dua dimensi. Pameran ini merupakan kekayaan perspektif yang disuguhkan oleh para seniman tentang bagaimana konsep sinkronisitas masuk ke dalam bagian proses berkarya mereka, serta cara mereka menjelaskan sinkronisitas sesuai dengan proses estetika yang mereka jalani," jelas Ricky Anggi Mahardhika, dalam keterangan yang diterima Kompas.com.

Peserta pameran lain, Yoko menambahkan, "Gagasan ini juga diwarnai eksplorasi material yang digarap matang. Pameran ini merupakan momentum kehadiran sekaligus kembalinya semangat baru para pameris, serta bagaimana intuisi dimainkan oleh mereka secara maksimal."

Ia menjelaskan, mulai dari isu ekologi hingga kondisi sosial politik negara ini pun tak luput menjadi sorotan gagasan yang mereka usung dengan tidak meninggalkan konsep sinkronisitas sebagai kerangka tema pameran ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X