Kompas.com - 27/04/2015, 14:45 WIB
Seribu mahasiswa Universitas Udayana menggelar aksi demo di depan Kantor Pengadilan Negri Denpasar untuk meminta menunda eksekusi lahan sengketa yang masih proses Peninjauan Kembali (PK), Senin (27/4/2015). KOMPAS.com/ SRI LESTARISeribu mahasiswa Universitas Udayana menggelar aksi demo di depan Kantor Pengadilan Negri Denpasar untuk meminta menunda eksekusi lahan sengketa yang masih proses Peninjauan Kembali (PK), Senin (27/4/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com - Lahan seluas 27.600 meter persegi di Uluwatu, kawasan Bukit Jimbaran Kabupaten Badung menjadi objek sengketa antara penggugat Ni Wayan Kepreg, I Nyoman Suastika dan Universitas Udayana sebagai pengelola lahan milik Negara di bawah pengelola Kementerian Keuangan.

Pihak Unud menang di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi tapi kalah di tingkat kasasi dan mengajukan PK. Namun, eksekusi lahan tetap dilakukan, Senin hari ini (27/4/2015).

“Kami sudah mengajukan PK ke Pengadilan Negri Denpasar kenapa dibantah oleh pihak PN? Ada buktinya kuitansi pembayarannya kok. Kalau PK nanti kami kalah tidak apa-apa, tapi kan masih proses PK, kalau nanti di PK kami menang bagaimana?” kata Rektor Unud I Ketut Suastika.

Unud mengeluarkan bukti pembayaran pengajuan PK ke PN Denpasar dengan Nomor 463/PDT.G/2011/PN.Dps, atas nama Rekor Unud sebagai panjar PK dibayar lunas senilai Rp 4.460.000 tertanggal 30 Maret 2015.

Dengan bukti pengajuan PK ini diharapkan eksekusi dapat ditunda hingga putusan PK dapat memastikan siapa yang memenangkan perkara ini.

Menanggapi hal ini, PN Denpasar membantah adanya pengajuan PK dari Unud. “Sampai sekarang belum ada yang namanya mengajukan PK melalui PN Denpasar. Sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung menyatakan sah bahwa penggugat adalah pemilik tanah. Di sini dibacakan dan eksekusi di lokasi,” kata Humas PN Denpasar, Hasoloan Sianturi saat menyampaikan keterangan kepada media.

Terkait rencana eksekusi yang dilakukan hari ini, sekitar seribu mahasiswa mendatangi Kantor PN Denpasar yang jaraknya sekitar 500 meter dari kampus Unud di Jalan Sudirman. Kedatangan mahasiswa ini menyebabkan kemacetan di Jalan Sudirman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X