Seorang Warga Tewas akibat Kecelakaan Kerja di Tambang Ilegal

Kompas.com - 23/04/2015, 05:06 WIB
Aparat kepolidian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengaj melakukan penjagaan di salah satu tambang ilegal pasca tewasnya seorang warga akibat kecelakaan kerja. Rabu, (22/04/2015). KOMPAS.com / ABDUL HAQAparat kepolidian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengaj melakukan penjagaan di salah satu tambang ilegal pasca tewasnya seorang warga akibat kecelakaan kerja. Rabu, (22/04/2015).
|
EditorBayu Galih

GOWA, KOMPAS.com - Peringatan hari bumi mestinya menjadi momentum pemerintah untuk menertibkan aktivitas penambangan liar yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup. Namun, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, seorang pria tewas mengalami kecelakaan kerja saat berusaha mengangkut pasir di sebuah tambang ilegal.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mendatangi rumah duka untuk melakukan visum terhadap jasad korban, Rabu, (22/04/2015).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di pertambangan milik Daeng Lira (45) Dusun Tamattia, Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini bermula saat truk korban, Suaib (45) terperosok ke dalam lumpur. Truk itu mengalami masalah lantaran kelebihan muatan pasir yang tengah diisi menggunakan sekopan.

Korban kemudian meminta dua truk lainnya yang tengah menunggu antrean pasir untuk menarik mobilnya. Saat itulah, korban terjepit di tengah dua truk yang merenggut nyawanya.


Informasi yang dihimpun Kompas.com di lokasi kejadian, korban sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Galesong. Tapi jasadnya kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Taroang, Desa Campagaya, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar untuk disemayamkan.

Sementara aparat kepolisian dari Sektor Bajeng dan Resor Gowa yang tiba di lokasi sempat kewalahan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ini disebabkan para saksi mata langsung kabur mengosongkan aktivitas tambang tanpa izin tersebut.

Berselang beberapa menit kemudian, pemilik tambang muncul dan melarang sejumlah awak media untuk melakukan peliputan. "Saya tidak mau kalau ada wartawan ini tambang dilindungi sama anggota dewan," kata Daeng Lira.

Sementara aparat kepolisian dari Satuan Lalulintas (Satlantas) yang melakukan olah TKP mengaku bahwa kasus ini harus ditangani oleh unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) lantaran lokasi kecelakaan berada di areal pertambangan dan bukan berada di jalan umum.

"Kasus ini akan kami serahkan ke Reskrim karena ini termasuk pidana, apalagi tambangnya tidak memiliki izin dan bukan berada di jalan raya," kata Aiptu Ardiansyah, penyidik Lakalantas Polres Gowa.

Aktivitas pertambangan di kawasan ini sebenarnya telah lama dikeluhkan oleh warga setempat. Selain dinilai merusak lingkungan sekitar, aktivitas tambang liar ini juga telah merenggut sejumlah korban jiwa.

"Seharusnya polisi menindak tegas. Apalagi tambang di sini semuanya tidak punya izin tapi tetap beroperasi. Kami juga di sini sudah beberapa kali complain sama polisi tapi tidak ditanggapi," tutur salah seorang warga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X