Kompas.com - 10/04/2015, 19:30 WIB
Betumpal (1,5), bayi dari kelompok Orang Rimba di wilayah Terab, Batanghari, dirawat di rumah sakit. Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Jambi, Jumat (10/4), memeriksa berat badan penderita bronkopneumonia atau radang paru ini yang hanya 7,5 kilogram. Beratnya jauh di bawah berat ideal anak-anak seusianya, yaitu 13 kg hingga 15 kg. Kompas/Irma TambunanBetumpal (1,5), bayi dari kelompok Orang Rimba di wilayah Terab, Batanghari, dirawat di rumah sakit. Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Jambi, Jumat (10/4), memeriksa berat badan penderita bronkopneumonia atau radang paru ini yang hanya 7,5 kilogram. Beratnya jauh di bawah berat ideal anak-anak seusianya, yaitu 13 kg hingga 15 kg.
EditorCaroline Damanik

JAMBI, KOMPAS — Betumpal (1,5), bayi dari kelompok Orang Rimba wilayah Terab, Batanghari, dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Kota Jambi, Jumat (10/4), setelah sempat mengalami kondisi gawat napas. Petugas medis memberi bantuan napas tambahan dan penguapan untuk melegakan sumbatan di saluran napas (inhalasi) dan meringankan kondisinya.

Betumpal dirawat di ruang perawatan ICU sejak Kamis dini hari. Sekitar pukul 10.00 hari ini, perawat memberi nebolisasi melalui saluran pernapasannya.

Menurut dr Nisa Haska, dokter ruangan, Betumpal sewaktu tiba di rumah sakit langsung dibawa ke ruang IGD karena gawat napas. "Namun, setelah dirawat intensif, kondisinya mulai membaik," ujarnya.

Hingga pukul 11.00, Betumpal belum juga makan. Bayi itu hanya mendapat ASI sang ibu yang menungguinya. Menurut Besilo, paman Betumpal, makanan yang disiapkan pihak rumah sakit berisi daging dan ikan. Itu adalah jenis makanan yang dianggap pantang secara adat oleh Orang Rimba. Ketika perawat menawari pihak keluarga susu kedelai, Besilo akhirnya menerima.

Betumpal adalah satu dari ratusan Orang Rimba di kelompok tersebut yang menderita bronkopneumonia, yakni radang paru dan tenggorok. Beberapa penderitanya meninggal.

Tercatat sejak Januari hingga April 2015, kematian Orang Rimba di masa melangun (berpindah tempat hidup akibat kematian anggota kelompoknya) di wilayah Terab, Kabupaten Sarolangun-Batanghari, sudah mencapai 14 jiwa. Sebagian di antaranya anak balita.

Sebulan terakhir, jumlah Orang Rimba yang dirawat di RSUD Hamba Kabupaten Batanghari sebanyak 26 orang. Betumpal adalah pasien pertama yang dirawat hingga ke Jambi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X