Pemkot Bandung Kasih IMB untuk Apartemen, Deddy Mizwar Kesal

Kompas.com - 01/04/2015, 23:03 WIB
Deddy Mizwar, Wagub Jawa Barat, memberikan tiga poin solusi terkait penghancurann Kantor Dewan Kesenian Cirebon, di halaman DKC, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (02/10/2014). KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonDeddy Mizwar, Wagub Jawa Barat, memberikan tiga poin solusi terkait penghancurann Kantor Dewan Kesenian Cirebon, di halaman DKC, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (02/10/2014).
|
EditorCaroline Damanik


BANDUNG, KOMPAS.com
 — Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar kesal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan apartemen The Maj Hotel dan Residence di kawasan Dago, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2015).

Deddy kesal karena bangunan yang dinilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu melanggar aturan ternyata mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Bandung.

"Mereka punya IMB (dari Pemkot), tapi kalau rekomendasi dari Pemprov tidak ada, jelas, kalau sama Pemprov (Jabar) dari dulu sudah ditolak," katanya.

Deddy menuturkan bahwa pihak pengelola memang pernah mengurus perizinan ke Pemprov pada Mei 2013. Namun, ketika mereka meminta rekomendasi izin dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, lanjutnya, permohonan itu secara tegas ditolak. 

Menurut Deddy, Aher menolak karena berdasarkan Perda Kawasan Bandung Utara (KBU) Nomor 1 Tahun 2008, kawasan tersebut merupakan zona A1 di mana tidak boleh ada gedung yang dibangun karena bisa berdampak pada kerusakan alam.

"Berdasarkan Perda ini enggak boleh ngebangun di kawasan ini, bahaya. Namun, tiba-tiba mereka punya IMB yang dikeluarkan dari Pemkot pada tanggal 13 September 2013," ujarnya.

Project Manager Dago Sinergi Propertindo sebagai pengembang apartemen The Maj Hotel, Sugiharto, mengakui bahwa permohonan rekomendasi yang mereka ajukan pada tahun 2013 itu ditolak BPPT Pemprov Jabar. Namun, menurut dia, setelah itu kewenangan pemberian izin dipindahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sehingga dia memperoleh IMB.

"Penolakan itu dikembalikan kewenangannya kepada pemerintah kota untuk segera menindaklanjuti. Pemkot menindaklanjuti dan kami memproses lebih lanjut. Jadi, kewenangan dikembalikan kepada pemerintah kota untuk (keluarnya) perizinan itu," kata Sugiharto. 

Saat dikonfirmasi, Deddy Mizwar heran. Kepala BPLHD Jabar Anag Sudarna yang mendampinginya terlihat menggeleng-gelengkan kepala.

Deddy menegaskan akan memanggil pihak Pemkot Bandung untuk menjelaskan hal ini, terutama memanggil orang yang ketika itu mengeluarkan atau turut serta membantu mengeluarkan rekomendasi dikeluarkannya IMB. Untuk sementara, lanjutnya, Pemprov menghentikan pembangunan apartemen tersebut dan memberikan garis polisi di sekitarnya.

"Makanya, di sini jadi sebuah tanda tanya, apa ini sebenarnya (dengan Pemkot Bandung)? Ini kok bisa keluar dari Pemkot. Nanti akan coba kita undang pemkotnya (Pemkot Bandung) maupun pemkabnya. Kita akan tanya, apa yang terjadi sebenarnya," ungkap Deddy.

Sementara itu, Anang menegaskan bahwa seharusnya Pemkot Bandung menolak juga pengajuan rekomendasi dari pengembang tersebut.

"Seharusnya Pemkot juga menolak dong, Pemkot kan juga tahu ada kewajiban (melakukan penolakan) itu. Pemkot kan punya kewenangan menolak," tegas Anang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X