Kompas.com - 01/04/2015, 10:57 WIB
. SHUTTERSTOCK.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PALU, KOMPAS.com — Kasus pengeboman dan pembiusan ikan di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, kerap terjadi. Berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, illegal fishing yang terjadi di wilayah mereka sudah lama terjadi, jauh sebelum wilayah Banggai Laut dimekarkan.

Menurut salah seorang warga, Imron, Senin (30/4/2015), tiga orang nelayan diamankan oleh petugas polisi perairan lantaran kedapatan melakukan pengeboman ikan di wilayah perairan Bokan Kepulauan, yang berbatasan langsung dengan perairan Maluku Utara.

"Mereka itu melakukan pengeboman ikan di reef Saliri. Pelakunya ada tiga orang, dan sekarang sudah dibawa ke Kabupaten Banggai, kemudian menuju Palu," kata Imron, Rabu (1/4/2015) pagi.

Imron mengatakan, pelaku illegal fishing ini menggunakan dua kapal untuk melakukan pengeboman ikan. Namun, satu kapal bernama KM Reski Amanah berkapasitas tujuh gros ton diamankan di Pos Polair Banggai Laut. Sementara itu, satu kapal lainnya melarikan diri. Dalam penangkapan tersebut, sejumlah bahan untuk membuat bom ikan pun disita.

"Dipelihara" aparat?
Menurut warga lainnya, pengeboman dan pembiusan ikan di Banggai Laut terjadi hampir setiap hari. Ada dugaan bahwa kasus di Banggai laut ini "dipelihara" oleh aparat. "Saya dengar, ada sejumlah oknum petugas yang bermain. Mereka membeli amonium nitrat yang dipasok dari Timor Leste dan Wakatobi, kemudian oknum aparat itu pulalah yang memasarkannya kepada para nelayan," kata warga yang minta namanya tidak disebutkan.

Tak hanya memasarkan, warga di Banggai Laut juga mengatakan, aparat meminta jatah jika mereka mendapat tangkapan menggunakan bom ikan itu. "Sudah jadi rahasia umum di sini, Bu. Pokoknya nelayan yang pakai bom ikan itu biasa setor Rp 50.000 sampai Rp 1 juta tiap bulannya ke aparat. Mereka pakai warga di sini juga untuk jadi kurir. Jadi, uangnya itu langsung dikasihkan ke aparat, tidak melalui bank," ujar warga lainnya.

Salah seorang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Banggai Laut, Herto Sampelan, membenarkan bahwa kasus pengeboman dan pembiusan ikan di wilayah kerjanya sering terjadi. Demi mengantisipasi hal ini, pihak DKP sudah sering memberikan penyuluhan kepada nelayan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sudah sering lakukan penyuluhan soal bagaimana penangkapan ikan dengan cara yang ramah lingkungan, tetapi kasus bom ikan di wilayah ini tetap saja terjadi. Bahkan, sudah ada yang putus tangan dan bahkan tewas karena bom ikan, tetapi mereka tidak jera," kata Herson.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kapolda Sulawesi Tengah Idham Aziz mengaku tak segan untuk menjatuhkan sanksi kepada anggota polisi yang terbukti terlibat.

"Catat besar-besar ya, kalau ada anggota Polri kami yang terlibat, saya proses. Kalau dia bisa kena pidana, saya pidanakan. Saya tidak menoleransi sedikit pun kalau ada anggota kami berani mencoba-coba bermain hal-hal yang seperti itu," kata dia.

Kapolda juga mengatakan kepada masyarakat, jika ada anggota Polri yang coba bermain-main dengan hukum, maka pihaknya akan langsung menindak. "Kalau bisa, kasih nama anggota yang terlibat itu, dan akan saya proses, tidak ada yang ditutup-tutupi. Anggota Polri tidak boleh seperti itu. Akan tetapi, yang penting juga, masyarakat jangan membuat fitnah. Sudah, laporkan saja kalau benar itu ada," ujar Kapolda.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.