Kompas.com - 31/03/2015, 22:38 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar bersama Wali Kota Bandung Dada Rosada mengunjungi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang terletak di Kelurahan Rancanumpan, Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Senin (24/6/2013).
KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaWakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar bersama Wali Kota Bandung Dada Rosada mengunjungi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang terletak di Kelurahan Rancanumpan, Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Senin (24/6/2013).
|
EditorFarid Assifa

Indikasi korupsi

Sementara itu, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jabar Komisaris Besar Wirdhan Denny mengatakan, berdasarkan keterangan saksi ahli, stadion itu ambles karena pembangunan atau penimbunan fondasi stadion tidak dilakukan secara maksimal. Wirdhan menjelaskan, ketebalan timbunan tanah di bawahnya itu seharusnya lebih tebal lagi. Hal inilah yang menyebabkan tanah pijakan fondasi ambles.

"Itu (yang sekarang jadi Stadion GBLA) kan tadinya sawah, begitu mau dibangun stadion, itu kan (dasarnya) diratakan dulu, ditimbun. Nah, timbunan itulah yang tidak sesuai dengan speknya. Misalnya, seharusnya, (timbunan) itu 10 sentimeter, tapi rupanya oleh kontraktornya hanya 5 sentimeter, sehingga dikhawatirkan nanti gedung jadi makin ambles. Ini yang menyebabkan adanya kerugian di situ," beber Wirdhan saat dikonfirmasi terpisah.

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, terungkap bahwa proyek pembangunan Stadion GBLA terindikasi adanya dugaan korupsi.

Wirdhan belum menyebutkan total jumlah kerugian dari dugaan korupsi proyek pembangunan stadion tersebut. Proyek ini sedang diaudit oleh BPKP yang juga melibatkan penyidik Polda Jabar dan penyidik dari Bareskrim Polri.

"Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Bareskrim meminta kita untuk melakukan investigasi dan dilakukan ekspose di BPKP dalam rangka menemukan berapa kerugian negara. Kerugian negara belum keluar sampai sekarang, kita sedang nunggu BPPK, karena itu kewenangan BPKP," katanya.

Wirdhan mengatakan, sementara ini, saksi-saksi yang diperiksa sudah lima hingga tujuh orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, ada lima sampai tujuh orang, semuanya masih saksi," katanya.

Saksi-saksi tersebut, kata Wirdhan, berpotensi menjadi tersangka.

Penyidik, kata Wirdhan, mungkin saja akan menemukan tersangka baru jika hasil audit dari BPKP itu sudah selesai.

"Nah, setelah hasil audit itu keluar, kalau memang ada kerugian negaranya, penyelidikan (saksi) akan ditingkatkan ke penyidikan, baru kita tentukan siapa tersangkanya," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.