Kompas.com - 30/03/2015, 13:16 WIB
Kapolda Maluku, Brigjen Murad Ismail KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYKapolda Maluku, Brigjen Murad Ismail
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Kepala Polda Maluku Brigjen Murad Ismail menegaskan, tidak ada praktik perbudakan terhadap warga Negara Thailand di perusahan Perikanan PT Pusaka Benjina Resources (PBR) di Kepulauan Aru, Maluku.

Pernyataan ini disampaikan Kapolda usai menggelar pertemuan tertutup dengan delegasi Pemerintah Thailand yang dipimpin Kepala Kedutaan Besar Thailand untuk Indonesia Paskorn Siriyaphan dan Wakil Kepala Polisi Thailand, Letnan Jenderal Siridchai Anakeveing di Kantor Polda Maluku, Senin (30/3/2015).

“Tidak benar ada praktik perbudakan warga Thailand di Aru, siapa yang bilang begitu?” kata Kapolda.

Pernyataan ini senada dengan bantahan Kepala Polres Kepulauan Aru, AKBP AKBP Harold Hu-wae. Dia juga menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. “Itu informasi bohong. Tidak ada perbudakan ABK Thailand di Benjina,” kata Harold saat dihubungi siang tadi.

Harold mengungkapkan, Menteri Perikanan dan Kelautan telah memberlakukan moratorium untuk semua kapal asing. Jadi, menurut dia, infomasi adanya perbudakan ABK asing patut dipertanyakan.

Lebih lanjut, terkait isu itu, Murad mengungkapkan, setelah ramai diberitakan polisi lalu memerintahkan Polres Kepulauan Aru untuk mengecek langsung informasi tersebut. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya praktik perbudakan di Benjina, seperti yang diinformasikan.

“Karena sudah rame saya memerintahkan Polres Aru untuk mengecek ke Benjina hasilnya tidak ada perbudaan di sana,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Kapolda mengaku ada sejumlah ABK warga Negara Thailand yang sempat menjalani penahanan di Benjina. Warga Negara Thailand yang ditahan umumnya karena mabuk mabukan dan terlibat perkelahian antarsesama ABK.

Mereka juga terlibat kejahatan lainnya sehingga dilaporkan oleh kapten kapal (Taikong). “Mereka ditahan karena terlibat perkelahian dan tindak kejahatan, itu pun yang melaporkan taikong atau kapten kapalnya sendiri. Kalau ABK lainnya santai-santai saja tuh,” ungkap Kapolda (Baca: Ada Kabar Perbudakan ABK, Delegasi Thailand Temui Kapolda Maluku)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.