Diperkosa Kakak Kelas, Siswi Madrasah Lapor Polisi

Kompas.com - 19/03/2015, 18:27 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com
- Seorang remaja berusia 13 tahun mengalami trauma hebat setelah diperkosa oleh kakak kelasnya. Siswa kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Tegalrejo, Kabupaten Magelang, itu enggan keluar rumah setelah peristiwa tersebut, termasuk untuk pergi ke sekolah.

"Sampai sekarang dia tidak mau keluar rumah, tidak mau sekolah, hanya sesekali teman-temannya menjenguknya memberi semangat," ujar Sihabudin Sulaiman, kerabatnya, saat mengadukan kasus pemerkosaan tersebut ke LSM Sahabat Perempuan di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Kamis (19/3/2015).

Sihabudin menceritakan, peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu (8/3/2015) lalu. Menurut pengakuan korban, pemerkosaan dilakukan oleh kakak kelasnya, Y (14) dan teman-temannya saat dirinya berjalan pulang dari mengikuti ekstrakulikuler di sekolahnya.

"Kebetulan, saat itu dia pulang lewat kawasan perkebunan yang menjadi jalan pintas dari sekolahnya menuju rumah. Dia lalu dihadang oleh tiga orang pelajar lain, di situlah terjadi pemerkosaan itu," ungkap Sihabudin.

Tiga pelajar itu, antara lain berinisial Y (14), A (14), dan MH (14). Y dan A merupakan kakak kelas korban di MTs yang sama, sedangkan MH siswa dari MTs berbeda. Ketiganya kemudian menangkap dan menyeretnya ke semak-semak di dalam kebun.

"Saat itu, dia dibekap menggunakan sarung dan diseret ke kebun. Dua anak, yaitu A dan MH disuruh Y untuk berjaga-jaga di jalan. Sedangkan dia sendiri kemudian memperkosa dia sampai sekitar 2 jam lamanya," kata Sihabudin.

Setelah itu, korban disebut pingsan di lokasi kejadian. Ketiga pelajar tersebut kemudian meninggalkannya begitu saja hingga akhirnya ada warga sekitar yang tengah melintas dan mendapati korban pingsan.

"Korban kemudian ditolong dan diantar pulang. Ketika sadar, dia langsung menceritakan peristiwa yang menimpanya, termasuk siapa saja pelakunya," imbuhnya.

Malam harinya, pihak keluarga korban kemudian melakukan mediasi dengan pihak keluarga pelaku. Dalam mediasi, keluarga pelaku meminta damai dan menjanjikan untuk membiayai sekolah korban hingga lulus MTs, serta menikahkan korban dengan pelaku setelah lulus sekolah.

Namun demikian, pernikahan tersebut hanya sebatas formalitas dan korban akan diceraikan kembali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Regional
Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Regional
Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Regional
Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Regional
8 Hari Jalani Karantina Mandiri, Wagub NTT Dinyatakan Negatif Corona

8 Hari Jalani Karantina Mandiri, Wagub NTT Dinyatakan Negatif Corona

Regional
Janji Dinikahi dan Diberi Ponsel, 2 Remaja Diduga Disetubuhi Mantan Satpam Sekolah

Janji Dinikahi dan Diberi Ponsel, 2 Remaja Diduga Disetubuhi Mantan Satpam Sekolah

Regional
Utas Viral WNA Ajak Turis Asing ke Bali Saat Pandemi, Imigrasi Tak Temukan Data Kristen Gray

Utas Viral WNA Ajak Turis Asing ke Bali Saat Pandemi, Imigrasi Tak Temukan Data Kristen Gray

Regional
Jalan Menuju Balai Benih Ikan di Belitung Timur Putus Diterjang Banjir

Jalan Menuju Balai Benih Ikan di Belitung Timur Putus Diterjang Banjir

Regional
Berstatus Penyintas, Bupati Karawang Tak Masuk Daftar Disuntik Vaksin Covid-19

Berstatus Penyintas, Bupati Karawang Tak Masuk Daftar Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Bunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang, Agus Mengaku Kesal Korban Persingkat Waktu Kencan

Bunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang, Agus Mengaku Kesal Korban Persingkat Waktu Kencan

Regional
Dihadang Longsor hingga Jalan Kaki ke Desa Terisolir, Ini Perjuangan Relawan Gempa Sulbar

Dihadang Longsor hingga Jalan Kaki ke Desa Terisolir, Ini Perjuangan Relawan Gempa Sulbar

Regional
Terdampak Gempa Sulbar, 50 Perantau Minang Tinggal di Pengungsian

Terdampak Gempa Sulbar, 50 Perantau Minang Tinggal di Pengungsian

Regional
Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo

Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo

Regional
Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Regional
Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X