Deddy Mizwar Berikan SK Pengangkatan 362 Pegawai Honorer Jabar Jadi PNS

Kompas.com - 18/03/2015, 22:42 WIB
Deddy Mizwar, pada acara jumpa pers rencana penyelenggaraan pemberian penghargaan IKJ Awards 2014, Bidang Seni Peran, di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2014). Penghargaan ini terselenggara atas inisiatif Program Studi Teater, Fakultas Seni PErtunjukan, Institut KEsenian Jakarta, yang merupakan penghargaan kedua sebagai pengakuan kepada perorangan dan lembaga yang melakukan upaya serius dalam menjunjung seni peran. Warta Kota/Nur IchsanDeddy Mizwar, pada acara jumpa pers rencana penyelenggaraan pemberian penghargaan IKJ Awards 2014, Bidang Seni Peran, di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2014). Penghargaan ini terselenggara atas inisiatif Program Studi Teater, Fakultas Seni PErtunjukan, Institut KEsenian Jakarta, yang merupakan penghargaan kedua sebagai pengakuan kepada perorangan dan lembaga yang melakukan upaya serius dalam menjunjung seni peran.
|
EditorBayu Galih

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengangkat 362 tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Surat Keputusan (SK) pengangkatan diberikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Bale Asri Pusdai Jawa Barat, di Jalan Diponegoro Nomor 63, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2015).

Sebanyak 340 pegawai dari 362 pegawai ini merupakan tenaga honorer Kategori 1 (K1). Sedangkan 22 pegawai dengan Formasi Khusus merupakan para dokter yang ada di lingkungan Pemprov Jawa Barat.

Dinas atau OPD yang paling banyak diangkat tenaga honorernya adalah dinas Bina Marga, yakni, sebanyak 131 pegawai. Adapun yang paling minim adalah Dinas Pendapatan Daerah, RS Jiwa Jabar, RS Paru Jabar, Badan Kesatuan Bangsa & Politik, serta Satuan Polisi Pamong Praja Jabar masing-masing 1 orang pegawai.

Wakil Gubernur Deddy Mizwar memberikan apresiasinya, terutama kepada mereka yang telah mengabdi menjadi tenaga honorer hingga puluhan tahun.

"Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang sudah sekian lama mengabdi sampai pada hari ini, bahkan tadi ada yang sampai 24 tahun (menjadi honorer). Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi kinerja Anda semua," kata Deddy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/3/2015).

Deddy berpesan, pengangkatan status tersebut diharapkan menghadirkan peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka mencapai visi dan misi pembanguan daerah.

"Perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa dalam menjalankan peran kita sebagai abdi negara, tidak ada unsur eksklusivitas sama sekali. Semua posisi memiliki peran, tanggung jawab dan bobot yang sama dalam memajukan daerah dibidang-bidang yang akan saudara (pegawai) dalami masing-masing," kata aktor senior Indonesia tersebut.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Jawa Barat M Solihin mengatakan bahwa pengangkatan para tenaga honorer menjadi PNS ini berdasarkan pada kriteria yang baik, serta telah memenuhi aturan pemerintah. Kemudian, kata Solihin, kriteria lainnya berupa pengalaman selama menjadi tenaga honorer dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan formasi.

"Mereka (para pegawai yang diangkat) memiliki kriteria baik dan telah memenuhi persyaratan pemerintah pusat", ujar Solihin.

Solihin menambahkan, saat ini usia pensiun untuk PNS ditambah, yang semula 56 menjadi 68 tahun. Selain itu, setiap tahunnya kebutuan PNS dihampir seluruh Pemda di Indonesia bisa mencapi 650 hingga 700 orang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Regional
11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X