Tuntut Relokasi, Korban Penggusuran PT Arun Ingin Temui Jokowi

Kompas.com - 09/03/2015, 01:24 WIB
BANDA ACEH,KOMPAS.com; Ribuan warga dari emat Desa di Kecamatan Muara Satu, Kota lhoksmawe,  terpaksa bertahan hidup di tenda pengungsian yang mereka didirikan dijalan akses menuju komplek  PT Arun LNG. Mereka melakukan aksi mengungsi sejak November tahun 2014 lalu, untuk menuntut janji PT Arun Menggatikan lahan relokasi ke pemukiman yang baru.


“kami menuntut hak kami, dulu saat pembanguan  PT Arun tahun 1978,  kami dijanjikan akan direlokasi kepemukiman yang baru, tapi sampai sekarang tidak  dipenuhi PT. Arun” kata Raziah (50) kepada kompas.com, Minggu (08/03/2015)
KOMPAS.com/ RAJA UMARBANDA ACEH,KOMPAS.com; Ribuan warga dari emat Desa di Kecamatan Muara Satu, Kota lhoksmawe, terpaksa bertahan hidup di tenda pengungsian yang mereka didirikan dijalan akses menuju komplek PT Arun LNG. Mereka melakukan aksi mengungsi sejak November tahun 2014 lalu, untuk menuntut janji PT Arun Menggatikan lahan relokasi ke pemukiman yang baru. “kami menuntut hak kami, dulu saat pembanguan PT Arun tahun 1978, kami dijanjikan akan direlokasi kepemukiman yang baru, tapi sampai sekarang tidak dipenuhi PT. Arun” kata Raziah (50) kepada kompas.com, Minggu (08/03/2015)
|
EditorBayu Galih


BANDA ACEH, KOMPAS.com -- Ribuan warga dari empat desa di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, terpaksa bertahan hidup di tenda pengungsian yang mereka didirikan di jalan akses menuju komplek PT Arun LNG. Mereka sengaja mengungsi sejak November tahun 2014 lalu, untuk menuntut janji PT Arun yang ingin menggantikan lahan relokasi ke permukiman yang baru.

“Kami menuntut hak kami. Dulu saat pembangunan PT Arun tahun 1978, kami dijanjikan akan direlokasi ke permukiman yang baru. Tapi sampai sekarang tidak dipenuhi PT Arun,” kata Raziah (50) kepada Kompas.com, Minggu (08/03/2015).

Menurut Raziah, mereka rela tinggal di tenda pengungsian dengan fasilitas seadanya dan serba kekurangan. Ini dilakukan hingga mereka mendapatkan haknya seperti yang pernah dijanjikan PT Arun 44 tahun lalu.

“Di sini air bersih susah, makan juga apa adanya. Tapi kami rela untuk memperjuangkan hak kami, di sini ada hak kami,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan mahasiswa korban penggusuran PT Arun, Juanda. Menurut Juanda, mereka akan terus bertahan di tenda pengungsian ini hingga hingga pihak PT Arun merealisasi apa yang pernah mereka janjikan. “Kami akan terus bertahan di sini hingga ada penyelesaian sengketa ini,” katanya.

Meski sudah hampir lima bulan ribuan warga korban penggusuran PT. Arun ini melakukan aksi bertahan hidup di tenda pengungsian, Pemerintah Kota Lhokseumawe belum ada upaya melakukan mediasi antara warga dan PT Arun.

Mereka pun berharap bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungannya ke PT Arun, yang dijadwalkan Senin (08/03/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami harap bisa bertemu dan menyampaikan permasalahan kami langsung kepada Presiden Jokowi. Karena sengketa ini sudah 44 tahun tidak ada penyelesaian” ujar Juanda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.