Kompas.com - 18/02/2015, 15:57 WIB
Beberapa tampilan baru modifikasi Kereta Api Cirebon Ekpres (retrofit), di gerbong kelas eksekutif, di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (18/2/2015). Modifikasi ini lebih mengusung tema budaya Cirebon, dengan kain batik, dan lukisan kaca khas Cirebon. KOMPAS.com/Mohamad Syahri RomdhonBeberapa tampilan baru modifikasi Kereta Api Cirebon Ekpres (retrofit), di gerbong kelas eksekutif, di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (18/2/2015). Modifikasi ini lebih mengusung tema budaya Cirebon, dengan kain batik, dan lukisan kaca khas Cirebon.
|
EditorCaroline Damanik

CIREBON, KOMPAS.com
– PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) III Cirebon memodifikasi rangkaian Kereta Api Cirebon-Ekspres. Kereta api komersial tujuan Cirebon-Jakarta ini semakin terlihat etnik dengan mengusung tema Budaya Cirebon.

Kereta api Cirebon Ekspres yang berpenampilan baru itu diluncurkan perdana di Stasiun Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (18/2/2014). Dari tampilan luar (eksterior), kereta api ini memiliki warna yang lebih bersih, cerah, dan bentuk garis baru. Selain itu, terdapat pula beberapa gerbong yang dihias dengan motif batik khas Cirebon.

Tampilan dalamnya pun menjadi lebih menarik. Setelah pintu gerbong, penumpang disapa dengan ornamen atau lukisan kaca khas Cirebon dengan berbagai motif. Deretan kursi kereta juga diselimuti kain batik khas Cirebon.

KOMPAS.com/Mohamad Syahri Romdhon Beberapa tampilan baru modifikasi Kereta Api Cirebon Ekpres (retrofit), di gerbong kelas eksekutif, di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (18/2/2015). Modifikasi ini lebih mengusung tema budaya Cirebon, dengan kain batik, dan lukisan kaca khas Cirebon.

Kepala Humas PT KAI Daop III Cirebon, Supriyanto, menyampaikan, modifikasi tersebut berlaku untuk seluruh gerbong, baik kelas eksekutif dan juga bisnis. PT KAI Daop III Cirebon, lanjutnya, berusaha menjadikan Kereta Api Cirebon Ekspres sebagai media untuk pelestarian Budaya Cirebon.

“Bukan hanya Eksekutif saja, Cirebon Ekspres Kelas Bisnis pun memiliki modifikasi yang sama, khususnya soal ciri dan identitas budaya Cirebon, sejarah perkembangan kereta api dari masa kemasa. Namun, untuk fasilitas, tetap ada perbedaannya,” katanya saat ditemui di gerbong kereta ini.

Kepala Humas yang baru bertugas di Cirebon ini menambahkan beberapa penambahan fasilitas di kelas eksekutif antara lain, lampu LED, wifi, CCTV, dan kamar mandi ramah lingkungan yang lengkap dengan mesin sensor otomatis.

Supriyanto, mengungkapkan, modifikasi Cirebon Ekspres yang disebut retrofit ini akan dibuat secara bertahap. Kali ini, PT KAI Daop III Cirebon memodifikasi satu set kereta api Cirebon Ekpres. Dua set ketera api Cirebon Ekspres juga akan segera diluncurkan, menunggu waktu yang tepat.

“Untuk sementara satu rangkaian ini. Tapi besok atau lusa, dua rangkaian kereta api akan menyusul. Dan untuk tarifnya pun sementara masih menggunakan tariff lama,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditemui di gerbong kelas eksekutif, Nunung (60), warga Kabupaten Cirebon, mengaku senang dan bangga dengan perubahan dan pelayanan yang terus dilakukan PT KAI. Nunung berharap, modifikasi tersebut membuat para penumpang kereta api semakin merasa nyaman, aman dan tenang.

“Semakin nyaman, tenang, dan terhibur dengan ornamen atau lukisan kaca yang ada di dinding kereta api,” katanya singkat saat hendak pergi ke Jakarta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.