Ini Penyebab Anjloknya KA Jayabaya Jurusan Jakarta-Malang

Kompas.com - 04/02/2015, 17:49 WIB
Salah satu roda kereta barang yang anjlok di KM 174 Desa Kluwut, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (04/12/2013) Kontributor Kompas TV/ Ari Himawan SaronoSalah satu roda kereta barang yang anjlok di KM 174 Desa Kluwut, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (04/12/2013)
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia merilis penyebab anjloknya KA Jayabaya jurusan Jakarta-Malang. KAI menduga anjloknya gerbong KA yang terjadi pada Selasa (3/2/2015) malam di KM 63 700 BH 302 antara Stasiun Ujungnegoro dan Kuripan, Jawa Tengah, itu murni karena faktor alam.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang Suprapto mengatakan, hasil penyelidikan internal oleh tim menunjukkan indikasi alam, yakni penurunan tanah hingga 40 sentimeter di bawah bantalan rel yang dilewati KA tersebut.

Amblesnya tanah ditengarai akibat adanya hujan selama lima jam di lokasi, dan sempat menimbulkan banjir.

"Badan rel sempat ambles 40 sentimeter. Ini murni faktor alam," ujar Suprapto, Rabu (4/2/2015).

Penyebab itu, lanjutnya, telah diketahui oleh tim penyelidik pada malam hari, tak lama seusai insiden. Namun, data validasi secara utuh telah dirangkum oleh tim penyelidik hingga menjadi laporan.

"Tadi, laporan baru sampai di meja. Itu hasilnya," ucapnya.

Setelah menemukan ada penurunan tanah, tim lantas memperbaiki bantalan rel dengan batu dan kricak. Proses perbaikan bantalan rel dilakukan di area anjloknya KA, sepanjang 200 meter.

Alat berat serta material perbaikan rel didatangkan agar perbaikan bisa berlangsung cepat sehingga rel berfungsi seperti sediakala. Selain memperbaiki rel, KAI juga mengembalikan selisih sisa uang tiket penumpang eks KA Jayabaya.

Kebijakan itu diambil karena KA yang difungsikan sebagai pengganti dan mengangkut para penumpang, yakni KA Kaligung Mas, tidak memiliki pelayanan yang setara dengan KA Jayabaya. Semua penumpang dari KA Jayabaya kemudian diangkut menggunakan kereta sejenis menuju Malang, setelah singgah di Stasiun Poncol, Semarang.

Adapun gerbong KA Jayabaya yang anjlok berjumlah empat unit. Keempat gerbong anjlok hingga berpindah jalur. KAI berhasil memindahkan semua gerbong pada pukul 04.00 WIB. Gerbong-gerbong tersebut pun telah menuju Stasiun Poncol.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X