Alat Berat Dikerahkan untuk Angkat Gerbong KA Jayabaya yang Anjlok

Kompas.com - 04/02/2015, 01:44 WIB
Ilustrasi kereta api KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi kereta api
EditorBayu Galih

SEMARANG, KOMPAS.com - Peristiwa anjloknya gerbong KA Jayabaya jurusan Jakarta-Malang belum diketahui penyebabnya. Saat ini, PT KAI DAOP IV sedang mengevakuasi ratusan penumpang dan beberapa gerbong yang anjlok.

"Kami sudah bawakan sejumlah alat berat untuk mengangkat beberapa gerbong yang anjlok agar tidak mengganggu akses perjalanan kereta lain. Kami juga membawa sejumlah batu kricak dan bantalan rel untuk memperbaiki kerusakan," ujar pejabat PT KAI, Selasa (3/2/2015).

Sebelumnya, Manajer humas PT KAI Daop IV, Suprapto mengatakan, hasil laporan yang diterimanya sekitar pukul 18.00 WIB, kereta tersebut sedang menuju Malang. Belum diketahui penyebab anjloknya kereta yang membawa ratusan penumpang tersebut.

"Kami informasikan tidak ada korban luka-luka. Totalnya ada 455 orang penumpang. Saat ini saya sedang menuju ke tempat kejadian perkara menumpangi kereta api penolong," ucapnya.

Ia menginformasikan 455 penumpang itu rencananya akan dievakuasi menggunakan KA Kaligung menuju Semarang.

Kereta Api Jayabaya itu dikabarkan anjlok di antara Stasiun Ujungnegoro dan Kuripan yang masuk di wilayah Kendal, Jawa Tengah. Lokasi kejadian tepatnya berada di Kilometer 63 700 BH 302. (Baca: KA Jayabaya Jurusan Jakarta-Malang Dikabarkan Anjlok di Kendal)

KAI telah menyiapkan KA Kaligung Mas untuk membawa penumpang KA Jayabaya agar mereka tidak telantar. Penumpang untuk sementara dibawa menuju Kota Semarang. (Daniel Ari Purnomo)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Regional
TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X