Kompas.com - 03/02/2015, 16:57 WIB
Aparat Polres Magelang menyegel alat berat yang diduga milik penambang ilegal di lereng Merapi, Selasa (3/2/2015). KOMPAS.com/Ika FitrianaAparat Polres Magelang menyegel alat berat yang diduga milik penambang ilegal di lereng Merapi, Selasa (3/2/2015).
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Magelang menyegel belasan alat berat (ekskavator) yang diduga milik para penambang pasir ilegal di lereng Gunung Merapi, Selasa (3/2/2015). Alat berat tersebut disinyalir kerap beroperasi di aliran sungai Pabelan, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Dukun, serta di sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Namun sayang, polisi tidak menemukan satupun orang yang bertanggung jawab terhadap alat berat tersebut. Saat ditemukan, sejumlah alat berat itu juga tidak sedang beroperasi mengambil material pasir, tetapi mesin alat berat itu diketahui masih dalam keadaan panas seperti usai dipakai. Diduga kuat, para pemilik alat berat itu segera bersembunyi begitu melihat puluhan polisi yang tergabung dalam Tim Khusus Anti Penambangan Liar menyisir kawasan penambangan itu.

"Sejauh ini kami belum menemukan pemilik atau penanggung jawab alat berat ini. Jadi kami hanya menyegel dan menyita puluhan accu-nya," tandas Kapolres Magelang AKBP Rifky saat pemimpin razia tersebut.

Dijelaskan Rifky, razia tersebut merupakan komitmen polisi untuk menindak aksi penambangan liar yang sejauh ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Apalagi, aksi penambangan menggunakan alat berat secara langsung telah merusak lingkungan di kawasan lereng Merapi dan mengganggu mata pencaharian penambang manual yang hanya memakai alat sederhana.

"Ini bukti jika kami serius. Ke depan, semua penambangan yang menggunakan alat berat dan ilegal akan kami tindak tegas. Kami tidak akan main-main," ucap Rifky.

Mantan Kapolres Kota Pekalongan itu menyebutkan, bagi operator alat berat yang tertangkap tangan sedang beroperasi, maka pihaknya mengancam dengan Pasal 158 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Mineral Batubara. Dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) maka terancam pidana penjara maksimal 10 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

"Namun yang tidak tertangkap tangan akan kami lakukan pembinaan dan meminta operatornya untuk segera mengeluarkannya dari lokasi penambangan. Kami mengimbau masyarakat untuk lapor jika ada alat berat yang masih beroperasi," imbuh Rifky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Camat Srumbung Agus Purgunanto mengapresiasi operasi yang digelar Polres Magelang tersebut. Sebab, penambangan liar menggunakan alat berat memang semakin marak dan sudah terlalu meresahkan warga sekitar. Akibat penambangan liar, kondisi lingkungan alam semakin rusak, begitu pula kondisi jalan-jalan perkampungan yang sekaligus jalur evakuasi bencana erupsi Merapi semakin memprihatinkan.

“Semoga razia ini dapat berlangsung secara kontinyu. Ini juga sesuai harapan warga yang resah terhadap maraknya penambangan menggunakan alat berat itu,” ungkap Agus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.