Kompas.com - 02/02/2015, 16:57 WIB
Akbar Paputungan (23) pemuda asal desa Anreapi, Polewali Mandar, Sulawesi Barat ditangkap aparat Polres Semarang kerena mengaku sebgai anggota TNI. kompas.com/ syahrul munirAkbar Paputungan (23) pemuda asal desa Anreapi, Polewali Mandar, Sulawesi Barat ditangkap aparat Polres Semarang kerena mengaku sebgai anggota TNI.
|
EditorCaroline Damanik

AMBARAWA, KOMPAS.com - Impian IA (29) mendapat suami seorang prajurit TNI kandas. Akbar Paputungan (23), pemuda asal Desa Anreapi, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang dikenalnya melalui Facebook ternyata tentara gadungan.

Identitas Akbar terungkap karena laporan keluarga IA sendiri ke polisi. Keluarganya menaruh curiga lantaran calon menantu mereka ternyata hanya menggerogoti harta anak gadisnya dengan alasan yang mengada-ada.

"Awalnya keluarga korban melapor ada orang yang mengaku TNI. Kita tindak lanjuti kerjasama dengan Koramil setempat. Setelah kita selidiki ternyata tentara gadungan. Kita tangkap tanpa perlawanan," kata Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad, Senin (2/2/2015) siang.

Kepada korban dan keluarganya, tersangka mengaku anggota TNI dari kesatuan Kostrad 700 Raider. Korban yang bekerja di sebuah perusahaan valas di Pekanbaru mengenal tersangka di media sosial, Facebook, sekitar November lalu.

Tersangka yang sebenarnya bekerja sebagai satpam di sebuah tambang batubara di Kalimantan Timur ini dengan mudah memikat hati korban karena mengaku sebagai anggota TNI. Tersangka bahkan berjanji akan menikahi korban.

"Saya ngajak korban ketemu, tapi saya minta dia transfer uang Rp 1,5 juta untuk ongkos naik pesawat dari Kalimantan ke Pekanbaru," kata Akbar di Mapolres Semarang.

Setelah sampai di Pekanbaru, tersangka dan korban tinggal serumah di rumah kontrakan selama dua bulan. Selama tinggal serumah, tersangka sempat meminjam barang-barang pribadi korban, berupa 1 unit tab merek IMO, 1 ponsel merek Samsung, 1 ponsel merek Evercross dan bahkan ATM korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Total uang yang saya pakai dari korban Rp 5 juta. Saya bilangnya pinjam ke dia," ujarnya.

Setelah hubungan mereka semakin intim, korban mengajak tersangka pulang ke Jawa menemui orangtua korban untuk meminta restu. Sekitar tanggal 13 Januari 2015, keduanya tiba di Banyubiru. Kecurigaan keluarga terhadap tersangka mulai timbul lantaran selama dua pekan di rumah, tersangka tidak melakukan aktivitas apa pun.

"Saya ke sini untuk menikah. Selama dua minggu di rumah saja sampai akhirnya ditangkap polisi," pungkas Agus.

Aparat kepolisian Polsek Banyubiru, Polres Semarang dan Koramil Banyubiru mencokok tersangka pada 29 Januari lalu. Sejumlah barang bukti yang disita dari tangan tersangka, antara lain seperangkat baju loreng, belati, pistol palsu berisi pisau dan sebuah borgol.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.