Penemuan Candi Menunjukkan Kampung Ini Dahulu Daerah Subur

Kompas.com - 20/01/2015, 18:18 WIB
Beberapa benda cagar budaa (BCB) berupa Yoni dan Umpak diamankan di Balai Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Selasa (20/1/2015). KOMPAS.com/IKA FITRIANABeberapa benda cagar budaa (BCB) berupa Yoni dan Umpak diamankan di Balai Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Selasa (20/1/2015).
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com - Penemuan sejumlah benda cagar budaya (BCB) di Dusun Sangubanyu, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang diduga merupakan benda peninggalan masa Hindu sekitar abad ke-7 masehi. Benda berupa Yoni dan Umpak tersebut konon merupakan sarana ritual atau pemujaan kepada Dewi Sri untuk meminta kemakmuran dan kesuburan lahan pertanian.

"Penemuan BCB ini menandakan bahwa desa ini merupakan perkampungan kuno yang subur dan makmur," ujar Lilik Eko K, staf teknis lapangan pada Seksi Sejarah dan Purbakala, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Selasa (20/1/2015).

Sebelumnya, warga setempat menemukan beberapa batu kuno tersebar di areal persawahan dan pekarangan rumah warga. Batu-batu kuno itu berbentuk kubus (Yoni), batu bundar (Umpak) serta arca sapi (Nandi) dengan masing-masing memiliki ukuran bervariasi.

Lilik memaparkan, besar kecilnya ukuran Yoni menandakan ukuran candi. Adapun Umpak merupakan pondasi untuk bangunan di dalam candi. Menurut warga, penemuan benda cagar budaya itu sebenarnya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Namun warga hanya membiarkan saja benda itu di pinggir sawah ataupun di depan pekarangan rumah mereka. Bahkan warga memanfaatkan batu-batu itu untuk mengasah pisau dan sebagai pondasi rumah. Penemuan terbaru, seorang petani menemukan sebuah Umpak di areal persawahan pada Senin (19/1/2015) kemarin.

"Total ada tujuh BCB yang kami amankan hari ini di Balaidesa Banyuwangi, tujuannya agar lebih mudah pengamanan dan pemeliharaannya," ujar Lilik.

Dia mengatakan, pemindahan BCB ke balai desa itu dimaksudkan untuk menghindari tindak pencurian dan tangan jahil. Pasalnya, Yoni terbesar yang masih di area persawahan sudah dicuri bagian pancurannya, dan kemungkinan telah dijual orang ke kolektor.

"Bentuk pancuran yang berbentuk seperti wajah manusia memang cukup menarik, sehingga banyak dicuri. Sedangkan Yoni dan Umpak mungkin bentuknya yang biasa saja sehingga tidak menarik kolektor," imbuh Lilik.

Lilik menjelaskan, sebenarnya ada beberapa pasangan dari Yoni seperti Lingga, Nandi dan Padmasana yang seharusnya ada. Namun, Nandi sudah ditemukan pada tahun 1980-an dan diamankan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang. Pihaknya memperkirakan masih banyak barang cagar budaya yang masih terkubur dan berada di wilayah tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X