Kompas.com - 19/01/2015, 20:09 WIB
|
EditorFarid Assifa
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Sekitar 10 orang warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar ritual adat dengan menyembelih seekor ayam jantan di depan kantor Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Senin (19/1/2015).

Ketua Garda TTU Paulus Modok kepada Kompas.com seusai menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak kejaksaan Negeri Kefamenanu, Senin, mengatakan, ritual adat tersebut dilakukan sebagai simbol matinya penegakan hukum oleh kejaksaan terhadap para koruptor di Kabupaten TTU, khususnya kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan senilai Rp 47,5 miliar.

“Ritual adat yang dipandu oleh tua adat di Bikomi tadi, melambangkan bahwa selama ini kita menjunjung tinggi Kejaksaan Negeri Kefamenanu untuk memproses kasus korupsi. Tapi ternyata semuanya ini tidak jelas," tandas Paulus.

Menurut Paulus, penyembelihan ayam ini untuk membiarkan alam mengetahui semua tentang tindak tanduk para jaksa di sini dan juga bahwa di Kejaksaan Negeri ini hukum sudah mati atau sengaja dimatikan oleh para jaksa.

"Khusus tentang penegakan hukum terhadap koruptor DAK bidang pendidikan di TTU tidak dilakukan secara maksimal,” tegas Paulus.

Garda dalam aksinya kali ini, lanjut Paulus, menuntut Kejaksaan Negeri Kefamenanu segera menahan 14 orang tersangka kasus DAK bidang pendidikan agar bisa membongkar aktor utama dalam kasus korupsi itu. Menurut Paulus, Garda menduga kuat ada konspirasi dan tawar menawar untuk mengendapkan kasus korupsi DAK.

Menurut dia, lambannya penanganan kasus korupsi DAK menjadi potret ketidakmampuan Kejaksaan Negeri Kefamenanu. Karena itu, Garda TTU meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih kasus korupsi DAK senilai Rp 47,5 miliar.

“Garda mulai jadwalkan mulai hari ini Senin (19/1/2015) sampai Jumat (23/1/2015) mendatang, akan terus melakukan aksi di Kejaksaan sampai para tersangka ditahan,” tegasnya.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kefamenanu Alma Wiranta mengatakan, sudah menerima pernyataan sikap dari Garda dan mengapresiasi tuntutan dari aktivis tersebut. Namun tuntutan Garda untuk menahan 14 orang tersangka kasus korupsi DAK Rp 47,5 miliar untuk sementara belum bisa dilakukan mengingat perkaranya belum rampung.

“Kemarin kita sudah disupervisi langsung oleh kepala Kejaksaan Tinggi NTT, namun kita sampaikan bahwa perkara ini belum rampung, sehingga kita belum bisa tahan 14 orang tersangka itu. Jadi yang disampaikan Garda itu kita terima dulu, namun penanganan kasusnya tetap akan kita lakukan dan kita tidak main-main. Untuk kasus ini tidak ada tendensi atau tekanan apapun. Kami tidak mau bertindak ceroboh tetapi kami akan tetap bekerja secara profesional,” kata Alma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Regional
Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Regional
Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Regional
Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Regional
Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.