Kompas.com - 16/01/2015, 14:12 WIB
Pemeriksaan empat pejabat Lombok Barat oleh KPK dilaksanakan di ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) KOMPAS.com/ Karnia SeptiaPemeriksaan empat pejabat Lombok Barat oleh KPK dilaksanakan di ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Barat (NTB)
|
EditorCaroline Damanik

MATARAM, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat pejabat di pemerintahan kabupaten Lombok Barat, Jumat (16/1/2015). Pemeriksaan dilakukan menyusul ditetapkannya Bupati Zaini Aroni sebagai tersangka dugaan pemerasan pengembangan kawasan wisata di daerah ini.

Empat orang tersebut di antaranya, Darmawan, Ketua DPW Partai Nasdem NTB, sebagai saksi pelapor, Rusman Hadi, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Junaidilah, Kabid Perizinan BPMP2T, dan MS Udin, bekas Asisten 1 Kabupaten Lombok Barat.

Berdasarkan pantauan, pemeriksaan dilakukan di kantor Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka diperiksa sekitar pukul 10.30 Wita hingga pukul 12.30 Wita.

Darmawan membenarkan, pemeriksaan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Zaini Aroni dalam pengembangan kawasan wisata di Lombok Barat.

"Terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pak bupati, saya diperiksa sebagai saksi pelapor saja," kata Darmawan saat dikonfirmasi.

Zaini diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai kepala daerah untuk memeras pihak lain untuk mengeluarkan izin pengembangan lahan di kawasan wisata itu berada di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Darmawan mengatakan, petugas KPK menanyakan beberapa hal terkait pemberian mobil, uang tunai dan sebidang tanah yang diminta oleh bupati kepada investor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia minta langsung. Pak bupati minta, ya pokoknya katanya kalau tidak ada uang tidak ada keluar izin katanya. Tanahnya tiga hektar yang minta bupati langsung kepada investor," kata Darmawan.

Selain tanah, lanjut Darmawan, KPK juga menanyakan masalah permintaan delapan unit mobil yang diduga dilakukan oleh Zaini kepada investor. Namun dari delapan unit mobil yang diminta, baru dua unit mobil yang dikirim dan telah diamankan oleh KPK. Mobil tersebut diduga digunakan untuk operasional Partai Golkar NTB.

"Mobil Golkar Innova dua. Memang permintaan beliau dulu delapan mobil, tapi yang dikirim baru dua, dari infestor," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan masih terus berlangsung di Ditreskrimsus Polda NTB. Pemeriksaan akan dilanjutkan setelah sholat jumat hingga selesai.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.