Masalah Keluarga, Latar Belakang Pembacokan Berantai di Sleman - Kompas.com

Masalah Keluarga, Latar Belakang Pembacokan Berantai di Sleman

Kompas.com - 11/01/2015, 18:20 WIB
KOMPAS.com/Yustinus Wijaya Kusuma Jajaran Kepolisian Resor Sleman menangkap pelaku pembacokan beruntun, yang terjadi sejak Desember 2014 lalu.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Aksi pembacokan beruntun di wilayah Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Desember 2014 lalu, dilatarbelakangi permasalahan keluarga. Alasan pembacokan ini terungkap setelah jajaran Polres Sleman, Sabtu (10/1/2015) menangkap FA (22), warga Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman sebagai pelaku. Juga ditangkap, ER (17), warga Candongcatur, Depok, Sleman, yang bertugas sebagai pengendara motor.

Kepala Polres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menjelaskan, Kamis 25 Desember 2014 sekitar pukul 18.00 Wib tersangka FA datang ke rumah ER di Condongcatur, Depok, Sleman. Kepada ER, FA mengatakan jika dia baru saja cekcok dengan orangtuanya.

Persoalanya terbilang sepele. FA merasa orangtuanya tidak adil dalam memberikan uang jajan. "FA lalu mengajak ER jalan-jalan. Sebelum keluar, FA juga meminta ER untuk membawa pedang," tutur Faried Zulkarnain, Minggu (11/1/2015).

Setelah mengambil pedang, ER dan FA lantas keluar rumah. Mereka juga sempat menenggak minuman keras. Setelah mabuk keduanya lalu berkeliling di sekitar Maguwoharjo Sleman. "Mereka sempat cekcok dengan orang di jalan, tapi saat dikejar tidak ketemu," kata Faried.

Setelah tak berhasil mengejar, FA yang saat itu berada di belakang membonceng ER lalu melampiaskan kekesalanya dengan membacok beberapa orang yang berpapasan dengan mereka. "Mereka menggunakan motor matic merek Vario milik FA. Kekesalan dengan masalah keluarga dan tidak menemukan musuh yang cekcok dijalan, FA melampiaskan dengan membacok siapa yang ditemuinya di jalan," tegas Faried.

Akibat aksi itu, seorang mahasiswa asal Kediri Jawa Timur, M Naulul tewas setelah mengalami luka bacokan pada bagian leher. Dua korban lainya yakni, Ricardo (18) dan Eko Prasetyo (15) mendapat sejumlah jahitan di bagian lengan. "Motifnya sebenarnya hanya karena kesal setelah cekcok dengan orangtua," ucap dia.


Penangkapan pelaku pembacokan ini berawal dari razia kendaraan yang digelar jajaran kepolisian setelah mendapat laporan adanya aksi pembacokan. Dari razia itu anggota mendapati pemuda yang membawa senjata tajam. Saat akan diamankan, pemuda yang diketahui berinisial FA ini berusaha melarikan diri, akibatnya Polisi terpaksa harus melumpuhkan dengan menembak kaki kanannya.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Gagal Lelang, Disdik DKI 'Tambal Sulam' Penuhi Kebutuhan Mebel Sekolah

Gagal Lelang, Disdik DKI "Tambal Sulam" Penuhi Kebutuhan Mebel Sekolah

Megapolitan
Soal Sumur Minyak Ilegal, Gubernur Aceh Mengaku Dilema

Soal Sumur Minyak Ilegal, Gubernur Aceh Mengaku Dilema

Regional
Dengarkan Keluhan, Pemprov DKI Tak Jadi Relokasi Pedagang Blok G ke Blok F

Dengarkan Keluhan, Pemprov DKI Tak Jadi Relokasi Pedagang Blok G ke Blok F

Megapolitan
Ingin Pastikan Omzet Pedagang Tak Menurun, Sandiaga Akan Tinjau Penampungan Sementara Blok G

Ingin Pastikan Omzet Pedagang Tak Menurun, Sandiaga Akan Tinjau Penampungan Sementara Blok G

Megapolitan
Wapres Ingatkan Pemerintah Daerah Tak Cuma Kejar Piala dan Medali

Wapres Ingatkan Pemerintah Daerah Tak Cuma Kejar Piala dan Medali

Nasional
Sudah Bertemu Presiden hingga Taliban, Jokowi Minta Doa agar Afghanistan Damai

Sudah Bertemu Presiden hingga Taliban, Jokowi Minta Doa agar Afghanistan Damai

Nasional
Polisi Periksa Kapal Dishub yang Meledak di Kepulauan Seribu

Polisi Periksa Kapal Dishub yang Meledak di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Moratorium DOB, Wapres Sebut Inti Pembangunan Ada di Desa

Moratorium DOB, Wapres Sebut Inti Pembangunan Ada di Desa

Nasional
Pria Tak Dikenal Bakar Seorang Perempuan di Dalam Bus di Peru

Pria Tak Dikenal Bakar Seorang Perempuan di Dalam Bus di Peru

Internasional
Mendikbud: Nilai Nol bagi Pengunggah Foto Soal UN!

Mendikbud: Nilai Nol bagi Pengunggah Foto Soal UN!

Edukasi
PKS Minta Alumni 212 Tetap Waspada agar Tak Dimanfaatkan Jokowi

PKS Minta Alumni 212 Tetap Waspada agar Tak Dimanfaatkan Jokowi

Nasional
Sopir GrabCar di Tambora Bawa 2 Rekan untuk Sekap Korban dari Jok Belakang

Sopir GrabCar di Tambora Bawa 2 Rekan untuk Sekap Korban dari Jok Belakang

Megapolitan
Terjatuh karena Hindari Genangan, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

Terjatuh karena Hindari Genangan, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

Megapolitan
Dermaga Marina Ancol Akan Direvitalisasi Jadi Pelabuhan Internasional

Dermaga Marina Ancol Akan Direvitalisasi Jadi Pelabuhan Internasional

Megapolitan
KPK Sebut Ada Pihak Lain yang Terlibat Kasus Korupsi E-KTP

KPK Sebut Ada Pihak Lain yang Terlibat Kasus Korupsi E-KTP

Regional

Close Ads X