Ke Perbatasan, Menkominfo Resmikan Lima Tower BTS

Kompas.com - 15/12/2014, 21:53 WIB
Menara base transceiver station (BTS) ShutterstockMenara base transceiver station (BTS)
|
EditorFidel Ali Permana


SAMARINDA, KOMPAS.com – Lima tower telekomunikasi di kawasan perbatasan di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dibangun dengan APBD Pemprov Kaltim kini sudah on air dan bisa dinikmati warga perbatasan. Sebelumnya, warga di kawasan perbatasan ini mengancam akan bergabung ke Malaysia karena fasilitas yang tak kunjung dipenuhi pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meresmikan lima tower ini. Dia berkunjung langsung ke Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kaltim, Senin (15/12/2014). Lima tower BTS yang diresmikan ini terletak di dua provinsi. Tiga tower berada di Provinsi Kaltim, dan dua tower lainnya berada di Kalimantan Utara.

Semestinya, Presiden Joko Widodo yang meresmikan lima tower ini melalui e-blusukan. Dengan fasilitas video conference, peresmian dilakukan dari jarak jauh. Sayangnya, presiden memiliki jadwal yang padat sehingga urung diresmikan presiden.

Ada empat lokus video conference dalam acara peresmian lima tower ini. Lokasi pertama di Kota Baru, Kalimantan Selatan saat Presiden Jokowi berkunjung dan blusukan di tempat itu. Lokasi kedua di Desa tiong Ohang yang sedang dikunjungi Rudiantara. Tempat ketiga di Kantor Gubernur Kaltim yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Dan lokasi ketiga berada di Kota Tarakan yang dihadiri oleh Kepala Bappenas Andrinof Chaniago dan Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Dalam video conference itu, Rudiantara mengakui minimnya fasilitas di perbatasan. Selain itu, dia juga mengakui jika perbatasan merupakan kawasan terpencil.

“Saya sudah berdialog dengan warga perbatasan dan mendengar sejumlah keluhan dari mereka. Di sini memang daerah terpencil dan minim fasilitas. Saya merasakannya sendiri,” kata Rudiantara.

Untuk menuju Desa Tiong Ohang, Rudiantara menumpang Helikopter MI-17 milik TNI AD. Helikopter pun terbang tergantung cuaca. Rudiantara mengatakan, BTS yang terpasang di perbatasan memang generasi kedua. Sementara untuk layanan internet, sudah tersedia di kantor kecamatan.

"Kami akan menyiapkan ICT dan PIK untuk layanan internet,” tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X