Di Balik Proses Identifikasi Jasad Korban yang Sudah Busuk

Kompas.com - 15/12/2014, 11:35 WIB
Relawan istirahat di atas mobil yang hancur diterjang tanah longsor di Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Minggu (14/12/2014). Sampai pukul 15.00 WIB, total jumlah korban longsor yang berhasil dievakuasi sebanyak 34 orang. KOMPAS/HERU SRI KUMORORelawan istirahat di atas mobil yang hancur diterjang tanah longsor di Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Minggu (14/12/2014). Sampai pukul 15.00 WIB, total jumlah korban longsor yang berhasil dievakuasi sebanyak 34 orang.
|
EditorCaroline Damanik

BANJARNEGARA, KOMPAS.com
 — Banyaknya korban jiwa terkait bencana longsor di Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, membuat tim gabungan bekerja keras, baik untuk mencari para korban lain yang masih tertimbun material longsor maupun untuk mengidentifikasi jasad korban yang sudah berhasil ditemukan.
 
Dua hari belakangan, tim gabungan berhasil mengangkat satu per satu korban dari dalam tanah. Identitas para korban seusai ditemukan ada yang bisa dikenali, ada pula yang sulit untuk dikenali karena kondisi tubuh yang sudah rusak.  
 
Proses mengidentifikasi jenazah tidaklah mudah. Tugas ini dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik. Dalam bencana longsor Banjarnegara, tim gabungan ini berasal dari Polda Jawa Tengah dan Polres Banyumas.
 
Tim bekerja sama dengan tim lain sejak operasi pencarian para korban dibuka. Unit DVI didirikan dengan bantuan sebuah tenda di posko utama evakuasi yang berada di Desa Sampang.  
 
Menurut Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Rini Muliawati, posko DVI dibangun dengan menyesuaikan kerja operasi SAR.
 
"Kalau dibubarkan nanti sesuai SAR, tinggal nanti batas operasi pencarian SAR," kata dia, Senin (15/12/2014).
 
Untuk mengungkap identitas jenazah, DVI dibagi dalam dua pos, yakni Pos Mortem dan Pos Ante Mortem. Kedua pos itu mempunyai tugas yang berbeda untuk mengurus jenazah yang telah ditemukan.
 
Di Pos Mortem, tim mengidentifikasi jasad yang sudah mati, mulai dari pencatatan soal rambut, tinggi badan, ciri fisik, luka, dan pemeriksaan lainnya. Sementara itu, pada bagian Pos Ante Mortem, tim mengidentifikasi kondisi jenazah sebelum mati, misalnya mengetahui umur dan hal teknis lain. Pihak keluarga yang kehilangan keluarga diwawancarai di pos ini.
 
Jenazah yang membusuk, lanjut Rini, masih tetap bisa diidentifikasi ketika masih ada jasadnya. Jika tidak ada warga yang mengenali, langkah terakhir yang dilakukan tes DNA.
 
Setelah selesai, dua data dari berbagai pos digabungkan. Jika ada kecocokan antara dua data dimaksud, jasad akan diserahkan ke pihak keluarga atau ahli waris. Sebelum diserahkan, jenazah sudah harus dibersihkan terdahulu sebelum siap untuk dikuburkan.
 
"Operasi ini tidak terlalu susah karena TKP tertutup satu dusun, beda dengan TKP terbuka," paparnya.
 
Hasilnya sementara ini mencengangkan, dari 39 korban yang telah ditemukan, hanya satu yang diklaim belum berhasil diidentifikasi jenazahnya. Menurut dia, sementara ini yang sulit diidentifikasi adalah korban yang sedang melintas di jalan raya.
 
"Hanya satu jenazah Mr X laki-laki itu saja yang belum teridentifikasi. Kalau korban yang tinggal di dusun sebagian besar sudah ada datanya, tinggal nanti mencocokkan datanya," kata dia.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Positif Corona di Bengkulu Bertambah Jadi 4 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Bengkulu Bertambah Jadi 4 Orang

Regional
Jenazah PDP Corona Tertahan 3 Jam di Ambulans hingga Batal Dimakamkan di Cianjur, Ini Sebabnya

Jenazah PDP Corona Tertahan 3 Jam di Ambulans hingga Batal Dimakamkan di Cianjur, Ini Sebabnya

Regional
Hasil Rapid Test, 4 ODP di Garut Positif Corona

Hasil Rapid Test, 4 ODP di Garut Positif Corona

Regional
Kabar Baik, Pasien Positif Corona Pertama di Kota Tegal Sembuh

Kabar Baik, Pasien Positif Corona Pertama di Kota Tegal Sembuh

Regional
Mobil Berisi Amunisi dan Makanan Diamankan, Polisi Sebut untuk Pasok KKB Hengky Wamang

Mobil Berisi Amunisi dan Makanan Diamankan, Polisi Sebut untuk Pasok KKB Hengky Wamang

Regional
Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Regional
Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Regional
Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Regional
Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Regional
Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Regional
Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Regional
Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Regional
Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Regional
Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X