Cara Narapidana di Rutan Medaeng Peringati Hari AIDS Sedunia

Kompas.com - 04/12/2014, 05:45 WIB
Peringatan Hari AIDS Sedunia di Rutan Medaeng Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalPeringatan Hari AIDS Sedunia di Rutan Medaeng Surabaya.
|
EditorFidel Ali Permana


SURABAYA, KOMPAS.com
- Budi Prasetyo (32) terlihat riang Rabu (3/12/2014) sore itu. Sejenak, dia melupakan vonis hukuman lima tahun yang dijatuhkan kepadanya karena kasus kepemilikan narkoba.

Bersama rekan sesama narapidana di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo, dia bermain Fun Game HIV/AIDS. Kedua matanya ditutup ikat kain, dia diminta menggambar sesuatu yang bisa menularkan virus HIV/AIDS. Meskipun yang digambarnya dinilai salah oleh instruktur, namun Fun Game itu cukup membuatnya tertawa terbahak-bahak.

"Daripada stres mas, lebih baik ikut main, lumayan bisa tertawa," katanya.

Budi dan 90 narapidana Rutan Medaeng saat itu ikut memeringati hari AIDS Sedunia yang digelar rutan setempat bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus di aksi pencegahan HIV/AIDS.

"Fun Game kami pilih karena cukup efektif sebagai sarana sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada komunitas khusus seperti narapidana," kata Jemmy dari LSM Plato Fondation.

Selain menggambar dengan mata tertutup, Fun Game yang dilakukan secara berkelompok itu juga dengan model tanya jawab, dan permainan kata. Dia menyediakan beberapa hadiah menarik untuk meramaikan acara tersebut.

"Bahkan penyampaian materi dari narasumber juga dikemas menarik agar tidak terkesan membosankan," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fun Game kata Jemmy ternyata terbukti efektif, ada peningkatan 40 persen pemahaman para narapidana yang dilihat dari hasil pra tes sebelum pemberian materi, dan post tes usai materi. Materi yang disampaikan seputar pengenalan, penularan, pencegahan, dan pengobatan HIV/AIDS.

Kasubsi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Tahanan Rutan Medaeng, Anandayu Anggre, mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut, paling tidak sebagai bekal para napi jika sudah bebas kelak.

"Jadi di sini, mereka tidak hanya menjalani masa hukuman, namun juga sekaligus menimba ilmu pengetahuan," terangnya.

Di Rutan Medaeng, kini terdapat 1.577 tahanan dari berbagai kasus. Sebagian besar mereka terlibat kasus kriminal umum, dan sisanya kriminal khusus seperti kasus narkoba dan kasus korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.