Kompas.com - 28/11/2014, 14:24 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BIREUEN, KOMPAS.com - Sebanyak 104 orang guru Taman Kanak-kanak (TK) berstatus honorer yang sudah dinyatakan lulus ujian K2 di Kabupaten Bireuen, terancam gagal. Prosedur pengajuan diri mereka menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dianggap menyalahi peraturan yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keresahan 104 guru TK dan guru SMK swasta itu disebabkan karena kelulusan mereka sebagai CPNS terganjal PP 56 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah no 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil.

”Dari awal kami tidak diberitahukan adanya peraturan ini. Tiba-tiba setelah dinyatakan lulus kami diganjal dengan alasan PP itu tadi,” ungkap Syarifah, seorang guru TK di Bireuen.

Dia mengaku kekecewaan dan putus asa saat mengetahui secara langsung alasan itu dari Kepala BKPP Bireuen, M.Isa, yang sudah mereka temui beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Isa membenarkan bahwa 104 guru TK dan beberapa guru SMK swasta di Bireuen masih harus digantung kelulusan mereka. Hal itu didasari PP No 58 Tahun 2012 yang menyebutkan bahwa guru honorer di sekolah swasta tidak dibenarkan untuk mengusulkan diri menjadi CPNS.

Saat ini, lanjut Isa, pihaknya terus berkoordinasi dengan BKN pusat untuk menelusuri apakah ada kemungkinan ke-104 tenaga honorer yang sudah dinyatakan lulus sebelumnya itu mengantongi NIP. Isa menyebutkan penyelesaian akan ditempuh pihaknya sampai akhir Desember mendatang.

”Namun kita sudah melakukan pertemuan bersama dinas pendidikan dan para guru yang 104 orang itu. Kita upayakan mencari solusi terbaik agar masalah ini bisa teratasi,” tambahnya.

Isa juga mengatakan bahwa dari 674 honorer lulus K2 tahun 2014 kemarin, baru 276 yang selesai diproses dan sudah memiliki NIP di BKN.

”Sampai dengan sore kemarin diinformasikan ke BKPP Bireuen baru 276 dari 674 yang sudah resmi menjadi CPNS,” kata Isa.

Nantinya, lanjutnya, akan ada penambahan sesuai kelengkapan pemberkasan yang dilakukan pihak BKN. Sementara itu, BKPP Bireuen sudah menyelesaikan pemberkasan dan sementara ini menunggu laporan BKN untuk diumumkan secara resmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.