Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Terdakwa UU ITE Menangis

Kompas.com - 17/11/2014, 16:18 WIB
Permintaan data pengguna Facebook dari sejumlah negara meningkat 24 persen. BBCPermintaan data pengguna Facebook dari sejumlah negara meningkat 24 persen.
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim yang diketuai oleh Sulistyo akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa pencemaran nama baik, Ervani Handayani. Dikabulkanya permohonan penangguhan penahanan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Sulistyo dalam persidangan kedua dengan agenda pembacaan eksepsi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (17/11/2014).

"Permohonan terdakwa untuk penangguhan penahanan dikabulkan, terhitung mulai tanggal 17 November 2014," jelas Sulistyo, Senin (17/11/2014).

Majelis hakim meminta agar setelah penangguhan penahanan dikabulkan, terdakwa tetap harus mengikuti seluruh sidang yang telah diagendakan. Jika dalam 3 bulan kabur atau tidak mengikuti sidang, maka akan dikenai sanksi.

"Sekali tidak hadir akan langsung ditahan," tegasnya.


Mendengar keputusan majelis hakim yang mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya, mata Ervani Handayani tampak berkaca-kaca dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tanganya.

"Mengerti ya, harus datang dalam setiap agenda sidang. Saudara jangan sampai membuat repot aparat," tandasnya.

Sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Ervani Handayani akan dilanjutkan Kamis (20/11/2014) mendatang dengan agenda mendengar tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait eksepsi terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ervani Handayani warga Gedongan, Bangunjiwo, Bantul ini harus berurusan dengan hukum akibat "curhat" di Facebook tentang pekerjaan suaminya. Dia membuat status yang dianggap mencemarkan nama baik bos suaminya. Berikut status Ervani di Facebook.

"Iya sih pak Har baik, yang nggak baik itu yang namanya Ayas dan spv lainnya. Kami rasa dia nggak pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewellery. Banyak yang lebay dan masih labil seperti anak kecil!" tulis Ervani di grup Facebook.

Jaksa penuntut umum menjerat Ervani dengan pasal berlapis. Pertama Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 3 UU RI No 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 310 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X