Kalah Gugatan, Wali Kota Semarang Diminta Cabut SK Pendirian Pos Polisi

Kompas.com - 10/11/2014, 21:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorFidel Ali Permana


SEMARANG, KOMPAS.com – Gugatan warga Kota Semarang, Budiharjo terhadap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya selesai dengan kemenangan pihak penggugat. Majelis hakim pada Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang meminta agar tergugat Wali Kota Semarang mencabut Surat Keputusan tentang izin mendirikan bangunan pos polisi dan reklame.

“Hakim telah memerintahkan agar tergugat, yaitu Wali kota Semarang mencabut Surat Keputusan (SK) izin tersebut. Hakim mengabulkan gugatan kami," ujar Budiharjo melalui kuasa hukumnya, Wignyo Aditya Rakhman, Senin (10/11/2014).

Wali Kota Semarang sempat menerbitkan SK tentang izin tersebut dengan nomor 644/246/BPPT/II/ 2014 pada tanggal 5 Februari 2014. Surat keputusan tersebut mengizinkan pendirian bangunan pertandaan berupa pos polisi oleh CV Alumaga.

Dalam sidang, para hakim sepakat, bahwa SK Wali Kota tidak sah. Sidang gugatan di PTUN Semarang dipimpin oleh hakim Adhi Budhi Sulistyo didampingi Zubaidah Djaiz Barayanan, dan Joko Setiyono. Pada pertimbangannya, hakim menyatakan penerbitan SK didasarkan atas Peraturan Daerah yang telah dicabut.

SK Wali Kota tersebut didasarkan atas Perda Nomor 8 tahun 2006 tentang penyelenggaraan reklame. Namun, perda tersebut telah direvisi ke Perda 14 nomor 2012.

“Menurut majelis, SK Walikota cacat hukum. Karena dasar hukum menerbitkan SK sudah dicabut dan diganti terbaru," kata hakim Andhi Budi Sulistio.

Untuk itu, hakim memenangkan gugatan penggugat. Hakim juga menyatakan SK Walikota batal atau tidak sah. Tergugat juga diminta untuk mencabut SK tersebut. Atas putusan ini, Kuasa hukum tergugat, John Ricard, menyatakan langsung mengajukan keberatan. Terkait pertimbangan menggunakan dasar Perda lama, hal tersebut dinilai kesalahan teknis pengetikan.

"Kami langsung nyatakan banding. Itu cuma salah ketik dan hakim seharusnya mengoreksi, sehingga seharusnya bukan dibatalkan," ujarnya.

Sebelumnya, Budiharjo yang juga pemilik gedung Unaki Semarang keberatan dengan izin tersebut karena pendirian pos polisi dan reklame dibangun di trotoar depan gedung miliknya, sehingga menganggu kepentingannya.

Gedung kampus Unaki beralamat di Jalan Pemuda No 95–97 Semarang. Trotoar yang dibangun pos polisi dan reklame tersebut cukup strategis untuk memantau lalu lintas kendaraan. Meski strategis, bangunan pos polisi dianggap menganggu akses pejalan kaki.

Baca juga: Izinkan Pos Polisi Didirikan di Atas Trotoar, Wali Kota Semarang Digugat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Istri Dandim Kendari Menangis Usai Sertijab | Rumah Dijual Mertua, Keluarga Sapri Merana

[POPULER NUSANTARA] Istri Dandim Kendari Menangis Usai Sertijab | Rumah Dijual Mertua, Keluarga Sapri Merana

Regional
Kisah Sedih Pengungsi Gempa Maluku: 1 Tenda Isi 5 KK hanya Dapat 1 Kg Beras dan 2 Mi Instan...

Kisah Sedih Pengungsi Gempa Maluku: 1 Tenda Isi 5 KK hanya Dapat 1 Kg Beras dan 2 Mi Instan...

Regional
Wagub Jabar Apresiasi Upaya Tasikmalaya Gairahkan Sektor Pariwisata

Wagub Jabar Apresiasi Upaya Tasikmalaya Gairahkan Sektor Pariwisata

Regional
BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

Regional
Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Regional
Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Regional
Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X