Kompas.com - 04/11/2014, 15:15 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- Yoyok (29) tak dapat berkilah ketika jajaran Polsek Umbulharjo mendatangi rumahnya Panggang Gunungkidul yang selama ini digunakan sebagai tempat persembunyiannya. Pemuda lulusan SMA ini ditangkap terkait aksi penipuan dengan modus dapat memasukkan kuliah ke Fakultas Kedokteran UGM dengan syarat membayar uang ratusan juta rupiah.

"Pada 20 Oktober kita amankan di rumahnya Panggang Gunungkidul," ujar Kapolsek Umbulharjo, Kompol Ahmad Nanang Wibowo, Selasa (4/11/2014).

Awalnya, pada sekitar bulan Agustus lalu, AS (19), warga Ciamis, Jawa Barat berniat untuk masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM). AS diberitahu oleh seorang teman bahwa ada seseorang yang bisa memasukkannya ke fakultas yang dicita-citakannya itu tanpa tes.

Mendengar informasi itu, dia lantas menemui orang yang direkomendasikan tersebut. Ketika bertemu, pelaku mengaku memang bisa memasukan ke Fakultas Kedokteran UGM tanpa tes sebab kenal dengan orang dalam.

Syaratnya, AS harus membayar sejumlah uang, yaitu sekitar Rp 366 juta. AS diminta untuk membayar uang muka sebesar Rp 132 juta. Alasannya uang tersebut sebagai pelicin, membayar orang dalam.

Setelah berkonsultasi dengan orang tua, AS kemudian memutuskan untuk mentransfer sejumlah uang yang diminta. Setelah mengetahui uang ditransfer, pelaku lantas memberikan almamater UGM, jas dokter dan kartu mahasiswa untuk meyakinkan korban.

Namun demikian, setelah hampir memasuki bulan Oktober, AS merasa curiga karena tidak ada pemberitahuan kapan masuk kuliah. AS lantas berusaha menghubungi nomer ponsel pelaku namun tidak aktif. Bahkan AS sempat mendatangi alamat yang diberikan pelaku, namun ternyata palsu. Merasa ditipu, dia lantas melapor ke polisi.

Polsek Umbulharjo yang menerima laporan lalu bergerak untuk melakukan penyelidikan. Hingga pada 20 Oktober 2014 lalu, polisi di bawah pimpinan Panit Opnsnal Ipda Ahmad Irwan menangkap pelaku bernama Yoyok (29) di rumahnya Panggang Gunungkidul.

"Saat dimintai keterangan, dia mengaku hanya sebagai suruhan dari seseorang berinisial IA warga Jateng," ucapnya.

Kepada polisi, Yoyok mengaku hanya menerima Rp 67 juta. Sisanya dibagikan kepada pelaku lanya dengan cara transfer.

" Rp 67 juta itu dipergunakannya untuk membeli mobil," tuturnya.

Nanang menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap serta menangkap pelaku utamanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.