Kompas.com - 03/11/2014, 20:58 WIB
Warga di Jalan Baru, Kecamatan Sirimau, Ambon mengungsikan barang-barangnya setelah kebakaran terjadi di kawasan itu, Sabtu (31/10/2014) malam. KOMPAS.com/ RAHMAN RAHMAT PATTYWarga di Jalan Baru, Kecamatan Sirimau, Ambon mengungsikan barang-barangnya setelah kebakaran terjadi di kawasan itu, Sabtu (31/10/2014) malam.
|
EditorFarid Assifa
AMBON, KOMPAS.com - Ratusan warga Jalan Baru, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, korban kebakaran yang saat ini mengungsi di sejumlah tenda darurat di halaman Masjid Raya Al-Fatah, Ambon mulai terserang sejumlah penyakit, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, tekanan darah menurun, encok, panas hingga gatal-gatal.

Penanggung jawab Posko Kesehatan untuk pengungsi Jalan Baru, dr Adriati Arif kepada Kompas.com saat ditemui di posko pengungsian, Senin (3/11/2014) mengatakan, hingga hari ini saja tercatat sudah 129 pengungsi yang berobat ke posko kesehatan karena terserang sejumlah penyakit tersebut.

“Untuk hari pertama itu ada 84 pasien yang berobat, hari kedua 31 pasien dan hari ini baru 14 pasien yang berobat. Umumnya mereka mengeluhkan sakit di tubuh. Selain itu, banyak juga yang terserang ISPA, hipertensi dan ada beberapa bayi yang terserang panas,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mengatasi kondisi kesehatan para pengungsi, pihaknya terus bersiaga untuk melayani setiap keluhan dari warga. Menurut dia, sejak posko kesehatan dibentuk, 6 tenaga medis selalu siaga untuk melayani para pengungsi.

“Semua obat-obatan tersedia di sni. Ada juga vitamin, dan setiap saat ada 6 petugas medis yang stand by di sini,” katanya.

Dikatakan, pihaknya akan terus membentuk posko kesehatan untuk melayani para pengungsi di kawasan tersebut hingga masa darurat dinyatakan selesai.

"Kalau masa darurat sudah selesai dan ada perintah untuk kembali, baru kita kembali. Tapi selama belum ada itu, kita tetap di sini,” katanya.

Jumiaty, salah seorang pengungsi mengaku merasa terbantu oleh posko kesehatan tersebut. Dia pun berharap agar pemerintah dapat menambah tenaga dokter untuk melayani masalah kesehatan yang dikeluhkan para pengungsi.

“Sangat bermanfaat sekali bagi kami. Cuma kalau boleh kami minta tambah dokternya,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X