Bangsa Timor Leste Serobot Tanah Indonesia, Warga TTU Marah

Kompas.com - 23/10/2014, 18:41 WIB
SMA Negeri I Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang berada persis di kawasan perbatasan dengan Distrik Oekusi, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), diresmikan oleh Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, Rabu (9/10/2013) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereSMA Negeri I Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang berada persis di kawasan perbatasan dengan Distrik Oekusi, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), diresmikan oleh Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, Rabu (9/10/2013)
|
EditorFarid Assifa
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Camat Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Ludovikus Lake, khawatir warganya bentrok dengan warga Desa Naetuna, Sub Distrik Pasabe, Distrik Oekusi, Timor Leste.

Penyebabnya, kata Ludovikus, warga Timor Leste nekat mengolah lahan milik warga Indonesia yang saat ini dipersengketakan antara kedua negara. Lahan itu berada di Pistana, Desa Sungkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat.

“Saya sudah tiga hari berada di lokasi sengketa itu untuk menenangkan warga. Kita memang sudah sangat marah pada warga Timor Leste yang mengolah lahan masuk ke wilayah indonesia lebih dari 100 meter. Tapi memang warga kita sudah tidak bisa dikendalikan dan besok pasti akan terjadi bentrokan,” kata Ludovikus.

Ludovikus mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Bupati TTU dan Badan Perbatasan Kabupaten TTU. Ludovikus juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Timor Leste, tetapi tetap saja warga Timor Leste tidak mau memedulikan hal itu.

“Saya sudah berulang kali koordinasi dengan Camat Sub Distrik Pasabe, Anton Ulan melalui telepon seluler, tetapi sama saja pemahaman warga sana (Timor Leste) beda dengan kita. Mereka di sana menganggap sudah tidak ada lagi masalah di zona netral, sehingga menurut mereka, zona unsurvey segment itu adalah wilayah mereka. Padahal sesuai dengan kesepakatan antara kedua negara, bahwa tidak boleh ada kegiatan apapun di zona unsurvey segment,” beber Ludovikus.

Masyarakat Timor Leste, kata Ludovikus, telah menyalahi kesepakatan adat antara kedua negara yang dilakukan pada November 2011 lalu, yang diadakan di Desa Haumeni Ana. Waktu itu, digelar sumpah adat warga kedua negara. Salah satu isi sumpah adat itu adalah bahwa kedua belah pihak harus menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas di zona unsurvey segment.

Karena itu, Ludovikus mengharapkan campur tangan pemerintah pusat agar persoalan batas bisa segera diatasi, sehingga masyarakat jangan menjadi korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait hal tersebut, Konsulat Timor Leste di Kupang, Feliciano da Costa menolak dikonfirmasi oleh Kompas.com di kantornya karena sedang sibuk.

"Bapak Konsulat masih sibuk. Nanti besok saja baru Pak (Kompas.com) datang ya,” ujar salah seorang staf Konsulat Timor Leste.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.